Wisata Kabupaten Semarang Butuh Branding yang Kuat

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto. (ricky fitriyanto/beritajateng.tv)

SEMARANG, 8/10 (beritajateng.tv) – Potensi wisata di Kabupaten Semarang perlu didukung dengan promosi gencar dan penambahan fasilitas penunjang. Sebab, selama ini branding pariwisata Kabupaten Semarang kalah dengan Kota Semarang. Hal itu membuat calon wisatawan lebih mengenal destinasi di Kota Semarang dan menghabiskan waktu berwisata di ibukota Jateng tersebut.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan, Kabupaten Semarang kaya akan destinasi wisata. Pilihan tempat wisatanya juga lengkap, mulai dari wisata alam, wisata buatan, wisata religi, hingga wisata sejarah.

“Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang mencatat ada 55 daya tarik wisata dan 74 desa wisata yang bisa menjadi pilihan. Ini merupakan potensi yang besar,” kata pria yang akrab disapa Bambang Kribo tersebut saat diwawancarai, Sabtu (8/10/2022).

Dia menjelaskan, potensi wisata di Kabupaten Semarang sebenarnya lebih besar dari Kota Semarang. Meski begitu, para wisatawan tetap lebih banyak mengenal destinasi di Kota Semarang.

“Wisata di Kabupaten Semarang sebenarnya lebih lengkap. Ada pegunungan, wisata air, dan wisata religi. Namun orang tetap tahunya Kota Semarang karena penyediaan fasilitas penunjang pariwisata seperti hotel di Kota Semarang ini luar biasa,” paparnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengatakan, Kabupaten Semarang perlu melakukan promosi wisata dengan gencar. Selain itu dibutuhkan penambahan fasilitas penunjang seperti hotel dan penginapan, serta perbaikan akses jalan.

Bambang Kusriyanto mengatakan, sektor pariwisata bisa menjadi andalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Semarang. Terlebih setelah pandemi Covid-19 mereda ada fenomena revenge tourism. Yaitu masyarakat yang sudah rindu berwisata kini berbondong-bondong mengunjungi berbagai destinasi.

“Wisata sekarang bahkan sudah menjadi kebutuhan. Ini momen yang tepat untuk berpromosi,” kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Semarang tersebut.

Dikatakannya, pariwisata mampu menjadi lokomotif yang menggerakkan ekonomi warga. Banyak lapangan kerja dan kesempatan usaha bisa dibuka ketika pariwisata di daerah berkembang.

Terlebih, Pemkab Semarang menyiapkan desa wisata sebagai salah satu destinasi unggulan bagi wisatawan. Dia mendorong pengelola desa wisata terus mempromosikan desanya agar dikunjungi wisatawan. Apalagi, beberapa desa wisata di Jateng sudah cukup dikenal dan masuk deretan desa wisata terbaik di Indonesia.

“Selain pemandangan alam, daya tarik desa wisata adalah budaya dan kearifan lokal masyarakat. Diharapkan wisatawan yang datang tak sekedar foto-foto lalu pulang, tapi juga merasakan pengalaman tersendiri seperti ikut menanam padi atau beternak sehingga kegiatan berwisatanya lebih berkesan,” katanya.

Dia menambahkan, wisata Kabupaten Semarang bisa dikembangkan lagi karena dilewati rute perjalanan wisata Borobudur-Karimunjawa. Pihak terkait perlu mengemas potensi tersebut dengan membuat paket-paket wisata yang menarik. (adv)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply