Salah satu pendekatan yang mulai SDGs Center Undip kembangkan bersama SMA Negeri 1 Semarang adalah konselor sebaya. Siswa yang ternilai memiliki karakter sosial dan kepedulian terhadap teman mendapat pembekalan untuk menjadi pertolongan pertama ketika menemukan teman yang mengalami persoalan mental.
“Kita berikan workshop, kita berikan modul. Kalau gangguannya ini bagaimana, kalau keluhannya bagaimana, first step-nya harus mengelola keluhan itu dengan merespon bagaimana,” ujarnya.
Konselor sebaya tersebut tidak untuk menggantikan peran tenaga profesional. Mereka mendapat bekal kemampuan untuk mengenali persoalan dan mengetahui kapan seorang siswa perlu mendapatkan pendampingan lebih lanjut atau dirujuk kepada tenaga profesional.
Tantangan Penggunaan Gawai
Selain kesehatan mental, kesiapan digital menjadi isu lain yang dibahas dalam Youth Summit 2026. Bulan mengatakan akses terhadap internet dan perangkat digital di kalangan pelajar sebenarnya sudah cukup tinggi.
“Kalau digital kecenderungannya sudah 80 persen lebih di Indonesia anak-anak SMA sudah punya gadget, sudah ada akses internet walaupun tidak stabil,” jelasnya.
Namun, tingginya akses belum otomatis membuat kemampuan digital pelajar meningkat. Menurut Bulan, penggunaan teknologi perlu ada arahan agar tidak berhenti pada aktivitas membuat konten, tetapi berkembang menjadi kemampuan yang produktif, kritis, dan bermanfaat.
“Jadi mereka memiliki akses, tapi kemudian aksesnya untuk apa? Sejauh ini baru hanya sekadar untuk kemudian membuat konten dan sebagainya. Sudah lebih bagus, tapi kemudian itu perlu ada akselerasi,” katanya.
Karena itu, forum tersebut juga mendorong pemanfaatan media digital dan kecerdasan buatan secara lebih tepat dalam pembelajaran.
Libatkan Perwakilan Pelajar dari Berbagai Daerah
Bulan mengatakan peserta terupayakan merepresentasikan pelajar dari berbagai wilayah Indonesia. Selain Jawa Tengah dan Pulau Jawa, terdapat perwakilan dari Sumatera, Kalimantan, Papua, hingga wilayah kepulauan di Indonesia bagian timur.
“Kami dari awal menargetkan ini harus ada perwakilan dari Sumatera, Kalimantan, Papua, kemudian pulau-pulau kecil di timur,” katanya.





