“Anak-anak sekarang itu mungkin juga karena terpengaruh dengan gawai, juga terpengaruh dengan kemajuan teknologi yang kemudian jika itu tidak mereka gunakan dengan baik, dengan santun, dengan etis, justru nanti akan membuat bagaimana siswa itu kesulitan untuk menghadapi tantangan kehidupan nyata sehari-harinya nanti,” jelasnya.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah menurunnya budaya membaca. Pemerintah, kata Abduh, tengah berupaya menghadirkan bahan bacaan yang lebih sesuai dengan karakter generasi saat ini, termasuk buku yang memiliki muatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
“Kita sedang coba untuk membuat buku-buku yang lebih menarik, bermuatan STEM yang nanti jika anak-anak itu menggunakannya, membacanya, itu bisa membantu pemahaman mereka menjadi lebih baik,” ujarnya. (*)
Editor: Farah Nazila





