SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengalokasikan program peningkatan jalan sepanjang 21,17 kilometer pada 2026.
Penanganan tidak hanya menyasar kawasan pusat kota, tetapi juga wilayah pinggiran dan ruas yang menghubungkan Semarang dengan Kabupaten Semarang serta Kabupaten Kendal.
Berdasarkan data pekerjaan infrastruktur jalan 2026, total panjang ruas yang masuk program peningkatan mencapai 21.172,10 meter. Pemerintah menggunakan dua jenis konstruksi, yakni aspal Laston Lapis Aus (AC-WC) dan beton readymix.
BACA JUGA: Agustina Ingin Tutup Celah Korupsi di Pemkot Semarang, Pengawasan Mulai dari Perencanaan
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, pemerataan akses jalan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, warga di kawasan pinggiran juga berhak mendapatkan infrastruktur yang layak.
“Tahun ini, penanganan berjalan secara bertahap dengan total panjang pengaspalan sekitar 21,17 kilometer. Kami ingin kualitas jalan di Kota Semarang semakin baik sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman,” ujar Agustina di Balai Kota Semarang, Selasa (3/11/2026).
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya terkonsentrasi di pusat kota. Pemerintah juga perlu memperhatikan ruas jalan yang menjadi akses utama warga di kawasan perbatasan.
“Kami tidak hanya fokus pada jalan-jalan di pusat kota. Wilayah pinggiran dan kawasan perbatasan juga menjadi perhatian. Masyarakat di seluruh kecamatan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses jalan yang layak. Karena itu, penanganan kami arahkan agar manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih merata,” katanya.
Pengaspalan Jangkau Sejumlah Kecamatan
Program peningkatan jalan dengan konstruksi AC-WC menjadi porsi terbesar. Penanganannya tersebar di tiga wilayah, yakni Wilayah 2 sepanjang 10.058,20 meter, Wilayah 3 sepanjang 3.518 meter, dan Wilayah 4 sepanjang 7.595,90 meter.
Sementara itu, pekerjaan beton readymix di Wilayah 1 tercatat sepanjang 670,75 meter.
Di Wilayah 2, peningkatan jalan menyasar sejumlah ruas di Kecamatan Semarang Tengah, Semarang Selatan, Gajahmungkur, hingga sebagian Banyumanik.
Beberapa di antaranya Jalan Inspeksi Kali Semarang, Jalan Anggrek, Jalan Gendingan, Jalan Erlangga, Jalan Kalisari Baru. Jalan Suyudono, Jalan Malabar, Jalan Slamet, Jalan Merapi, Jalan Papandayan, Jalan Menoreh, dan Jalan Pawiyatan Luhur.
Penanganan di Wilayah 3 menjangkau Kecamatan Semarang Timur, Pedurungan, dan Gayamsari. Ruas yang masuk program antara lain Jalan Pancakarya, Jalan Rejosari, Jalan Sendangguwo, Jalan Gemah Raya Selatan, Jalan Abdul Manan, dan Jalan Unta.
Sejumlah pekerjaan di wilayah tersebut telah selesai pada Oktober 2026. Di antaranya peningkatan Jalan Pancakarya, Jalan Rejosari, dan Jalan Unta.
Adapun Wilayah 4 mencakup Kecamatan Banyumanik, Candisari, Gunungpati, dan Tembalang. Beberapa ruas yang ditangani meliputi Jalan Sendang Pakel, Jalan Watu Kaji, Jalan Ki Narto Sabdo, Jalan Puri Asri Perdana. Jalan Setuk, Jalan Muntal, Jalan Kolonel R. Warsito Soegiarto, Jalan Jedung Utara, Jalan Mangunharjo 1, Jalan Bukit Panorama, dan Jalan Kompol R. Soekanto.
Sejumlah ruas di wilayah ini memiliki panjang penanganan cukup besar. Jalan Kolonel R. Warsito Soegiarto mencapai sekitar 3,36 kilometer, Jalan Mr. Koesbiono Tjondro Wibowo sekitar 3,44 kilometer, dan Jalan Muntal sekitar 2,66 kilometer.
Peningkatan akses di kawasan tersebut harapannya membantu mobilitas warga, terutama di wilayah dengan permukiman dan aktivitas ekonomi yang tersebar.
Jalan Perbatasan Kendal Juga Masuk Perbaikan
Selain pengaspalan, Pemkot Semarang juga menggunakan beton readymix untuk meningkatkan kualitas jalan. Salah satu lokasinya berada di Jalan Darupono-Padaan, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, sepanjang 440,75 meter.
Pekerjaan tersebut diarahkan untuk menyambungkan akses jalan hingga kawasan perbatasan Kabupaten Kendal. Dengan konektivitas yang lebih baik, mobilitas warga antardaerah harapannya berjalan semakin lancar.
Pemkot juga merencanakan pekerjaan beton di Jalan Sawojajar, Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, sepanjang 230 meter. Ruas tersebut masuk rencana pekerjaan tahap pertama, sedangkan kelanjutannya bakal berjalan pada tahun anggaran 2027.
Agustina mengatakan, peningkatan kualitas jalan memiliki dampak lebih luas daripada sekadar memperbaiki permukaan yang rusak. Infrastruktur jalan berkaitan dengan kelancaran distribusi barang, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi.
“Jalan yang baik bukan hanya soal permukaan yang mulus. Infrastruktur ini berkaitan langsung dengan mobilitas warga, kelancaran distribusi barang, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi. Kami berharap peningkatan jalan ini bisa mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah melaksanakan pekerjaan secara bertahap sesuai perencanaan. Pemkot juga memantau ruas yang telah dalam pengerjaan maupun yang masih dalam proses.
“Pekerjaan infrastruktur memang tidak bisa selesai sekaligus. Ada ruas yang sudah kita kerjakan, ada yang masih dalam proses, dan ada pula yang berlanjut pada tahap berikutnya. Kami terus melakukan pemantauan agar pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan kualitasnya tetap terjaga,” katanya.
Salah satu ruas yang bakal berlanjut pada November 2026 adalah Jalan Mr. Koesbiono Tjondro Wibowo di Kecamatan Gunungpati. Sementara kelanjutan pekerjaan Jalan Sawojajar rencananya bakal masuk anggaran 2027. (*)





