Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Minta Polemik Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Tak Picu Konflik ‘Komunal Horizontal’

×

Gubernur Ahmad Luthfi Minta Polemik Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Tak Picu Konflik ‘Komunal Horizontal’

Sebarkan artikel ini
OTT KPK | Luthfi Ponpes
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 3 November 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta masyarakat tetap menjaga kondusivitas menyusul polemik penggeledahan Pondok Pesantren (Ponpes) Hamalatul Qur’an di Kabupaten Sukoharjo.

Ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik horizontal berkepanjangan. Terlebih, kata Luthfi, Jawa Tengah merupakan wilayah yang memiliki keberagaman masyarakat sehingga nilai toleransi dan gotong royong perlu terus ԁijaga.

Luthfi mengatakan, perbedaan di tengah masyarakat seharusnya menjadi perekat persatuan, bukan justru memicu perpecahan. Hal itu Luthfi ungkap saat ԁitemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 3 November 2026.

“Jawa Tengah ini adalah provinsi yang sangat majemuk, sangat majemuk sekali. Sehingga apa? Bahwa kondusivitas suatu wilayah, kedamaian suatu wilayah, bukan berarti tidak ada perbedaan. Perbedaan ini merupakan alat perekat untuk persatuan dan kesatuan wilayah kita,” kata Luthfi.

BACA JUGA: Bantah Tudingan Ketum PPP Mardiono, Gus Yasin Akui Tak Pernah Surati Polda Sulawesi untuk Hentikan Mukernas

Ia meminta masyarakat mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga suasana tetap kondusif di tengah polemik yang terjadi. Luthfi juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas wilayah karena berkaitan dengan iklim investasi di Jawa Tengah.

“Toh nanti terjadi adanya suatu hal yang kurang bagus terkait dengan aspek yang lain di masyarakat kita, maka saya imbau masyarakat harus tetap dingin, tetap sopan santun, kemudian jaga marwah kita bahwa kedamaian suatu wilayah menentukan suatu investasi di wilayah kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menyebut investasi di Jawa Tengah saat ini telah mencapai sekitar Rp72,5 triliun. Selain itu, terdapat tambahan investasi sekitar Rp9 triliun sehingga totalnya hampir menyentuh Rp80 triliun.

“Kita tidak mau ada konflik-konflik komunal horizontal yang berkelanjutan. Sehingga saya hari ini sangat prihatin, semoga cepat selesai. Masyarakat saya imbau untuk tidak betul-betul terbuai oleh adanya sesuatu yang menyesatkan,” katanya.

Pemprov Dampingi 16 Santri dan Empat Ustazah