“Harapannya nanti ke depan kegiatan ini tidak hanya di Kota Semarang. Levelnya bisa kita naikkan, misalnya menjadi tingkat provinsi. Kami juga ingin kabupaten-kabupaten bisa mengadakan kegiatan yang sama,” tuturnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aloysius Kristiyanto, menjelaskan Lintas CBP Rupiah 2026 merupakan penyelenggaraan tahun keempat program edukasi tersebut.
Setelah tiga tahun menggunakan nama Olimpiade CBP Rupiah, penyelenggara mengembangkan format kegiatan menjadi kompetisi yang memadukan aspek intelektual dan tantangan antarsiswa (Lintas) CBP Rupiah.
Menurut Aloysius, edukasi tentang Rupiah juga menyasar siswa sekolah dasar, terutama kelas IV, V, dan VI. Materi tersebut masuk ke dalam pembelajaran agar siswa memahami pentingnya Rupiah secara bertahap sejak pendidikan dasar.
“Kami telah mengintegrasikan materi cinta, bangga, dan paham Rupiah pada kurikulum, terutama dalam mata pelajaran IPS. Guru IPS menyisipkannya saat menyusun rancangan pembelajaran, begitu juga dalam pelajaran PPKN,” kata Aloysius.
Ia menambahkan, prestasi dalam kompetisi ini juga dapat memberikan manfaat bagi peserta. Selain memperoleh uang tunai dan sertifikat, para pemenang bisa mencantumkan pencapaian tersebut sebagai bagian dari portofolio untuk mendukung proses melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. (*)





