“Yang paling sulit adalah memerankan seseorang yang serupa. Keuntungannya, saya tidak perlu mengubah dialek. Saya dan ibu memiliki gerakan, cara berbicara, bahkan bisa dikatakan mirip seperti kembar. Bahkan karakter suaranya pun hampir sama,” ujar Shalom Razade.
Drama Horor Berlatar Sejarah
Haqi Ahmad dan Hanung Bramantyo menjamin bahwa tersebut akan menjadi film horor yang berbeda dari yang lain. “Mas Hanung bisa menciptakan drama yang mendalam, bukan hanya sekadar menggunakan adegan jump-scare,” kata Haqi Ahmad.
Hanung Bramantyo juga menambahkan bahwa “Legenda Sundel Bolong” (2007) dan “Trinil: Kembalikan Tubuhku” keduanya memiliki latar belakang sejarah. Hal ini memberikan warna yang lebih kaya pada karya horornya.
Demikianlah informasi seputar beberapa fakta menarik mengenai film horor berjudul Trinil Kembalikan Tubuhku. (*)





