SEMARANG, beritajateng.tv – Kurang lebih 40 persen masyarakat atau 2,1 – 2,2 juta kendaraan telah melaksanakan kegiatan arus balik Lebaran 1446 Hijriyah (2025) hingga H+6, Sabtu, 5 April 2025.
Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya dan ini harus diantisipasi karena arus balik ini memiliki waktu yang lebih pendek dibandingkan arus mudik kemarin.
Untuk itu, Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran kepolisian untuk siaga, mengatur dan memberikan pelayanan terbaik.
“Baik petugas pengamanan di jalur tol maupun petugas pengamanan di jalur arteri nasional,” tegasnya, usai meninjau fasilitas pelayanan Rest Area KM 456 B, Pabelan, Kabupaten Semarang.
BACA JUGA: Prediksi Arus ke Jakarta pada 6 April, Trans Marga Tambah Rest Area di KM 445
Menurut Kapolri, kondisi ini membutuhkan manajemen rekayasa lalu lintas yang baik. Karena tren lalu lintas dan volume kendaraan arus balik masih akan terus naik.
“Seperti besok, Minggu (06/04/2025), kita akan melaksanakan one way nasional sambil terus memantau dan mengikuti traffic acounting sebagai acuan untuk melaksanakan one way lokal maupun one way nasional,” jelasnya.
Kapolri juga berpesan kepada masyarakat yang melaksanakan arus balik agar tetap berhati- hati di jalan. Hal ini agar angka kecelakaan lalu lintas bisa di tekan.
Apalagi masyarakat yang balik tentunya sudah meluangkan aktivitasnya, mulai dari mudik hingga bertemu dengan keluarga besar, hingga sekarang akan kembali agar mempersiapkan diri dengan baik.
Apabila pada saat melakukan perjalanan arus balik mengalami kelelahan agar segera beristirahat di rest area terdekat. Ia juga menghibau untuk tak memaksakan melanjutkan perjalanan.
BACA JUGA: Warga Jateng Keluhkan Sulit Bayar Pajak Motor karena Syarat KTP, Polda: Harus Balik Nama
Jajaran kepolisian telah menyiapkan berbagai macam pelayanan dan rekayasa lalu lintas baik di jalan arteri nasional maupun di ruas tol. “Sehingga harapan kita, pada saat puncak arus balik nanti, semuanya dapat di kelola dengan baik,” tegasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





