SEMARANG, beritajateng.tv – Selama libur Lebaran 2025, sebanyak 5.457.295 wisatawan berkunjung ke sejumlah daya tarik wisata (DTW) di Jawa Tengah.
Berdasarkan data yang beritajateng.tv terima dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo menjadi daerah yang paling banyak wisatawan kunjungi, yakni 496.530 wisatawan.
Klaten menduduki peringkat kedua dengan jumlah wisatawan sebanyak 493.474 orang. Kota Semarang berada di peringkat ketiga dengan jumlah 461.120 wisatawan, Kebumen 352.210 wisatawan, dan Rembang ada di posisi kelima dengan 290.949 wisatawan.
Sementara itu, Solo justru menduduki peringkat keenam dengan jumlah 278.593 wisatawan. Disusul oleh Purbalingga dengan 272.950 wisatawan, Demak 268.950 wisatawan, Kabupaten Semarang 219.665 wisatawan, dan Banyumas 202.459 wisatawan.
BACA JUGA: Isi Libur Lebaran di Mall Aja, Ada Aksi Akrobatik Flying Trapeze di The Park Semarang
Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah Agung Hariyadi mengungkap, Kota Lama Semarang menjadi DTW yang paling banyak wisatawan kunjungi, yakni 249.355 wisatawan.
“Di peringkat kedua ada Masjid Syeikh Zayed di Solo dengan 166.780 wisatawan, Pantai Meliwis Kebumen 140.900 wisatawan, Masjid Agung Demak 138.260 wisatawan, dan Candi Prambanan Klaten 126.095 wisatawan,” ungkap Agung.
Sementara itu, Pantai Karangjahe di Rembang menduduki peringkat keenam dengan 87.128 wisatawan. Masih wisata bahari, Pantai Alam Indah di Kota Tegal menduduki peringkat ketujuh sebanyak 81.880 wisatawan.
“Di peringkat 8 ada Makam Sunan Kalijaga sebanyak 81.880 wisatawan, Candi Borobudur di Magelang ada 81.398 wisatawan, dan Pantai Jetis di Cilacap ada 80.106,” jelasnya.
Terjadi kenaikan wisatawan sebesar 32,9 persen
Berdasarkan data tersebut, Agung mengungkap adanya kenaikan wisatawan sebesar 32,9 persen ketimbang libur Lebaran 2024.
“Dibandingkan capaian Lebaran 2024 itu 4,1 juta, jadi capaian tahun 2025 itu meningkat 32,9 persen sebanyak 5,45 juta wisatawan,” jelasnya.
Adapun puncak kunjungan wisatawan tercatat pada H+1 Lebaran atau Rabu, 2 April 2025, H+2 Lebaran atau Kamis, 3 April 2025, dan H+5 Lebaran atau Minggu 6 April 2025.
Agung menduga, peningkatan angka tersebut terdorong oleh peningkatan infrastruktur di DTW atau tempat wisata.
Tak hanya itu, perpanjangan libur juga menjadi faktor peningkatan jumlah wisatawan di DTW se-Jawa Tengah.
Wisatawan lebih pilih tempat wisata gratis
Sebelumnya, Agung menyebut adanya fenomena unik di kalangan wisatawan selama libur Lebaran 2025.
Adapun hal unik itu, kata Agung, ialah wisatawan yang lebih memilih daya tarik wisata (DTW) atau tempat wisata yang gratis atau tak perlu membeli tiket masuk.
“Kecenderungannya memang mereka memilih di tempat ruang terbuka atau publik yang non-ticketing. Terbukti di Kota Lama itu ada 248 ribu pengunjung selama libur Lebaran 2025.
“Kemudian di event balon, Kalikajar Wonosobo itu kan terbuka untuk umum. Itu mengalami jumlah pengunjung yang sangat banyak sekali,” jelas dia.
Kemudian, DTW berbayar seperti Taman Candi Prambanan menyusul di posisi ketiga dengan kunjungan wistawan tertinggi saat libur Lebaran 2025.
“Kemudian baru wisata Prambanan. Lalu Pantai Alam Indah di Tegal, Pantai Karang Jahe di Tegal juga non-ticketing itu. Selanjutnya ada Masjid Agung Demak dan peringkat tujuh terbanyak ada di Pantai Wonokerto Kabupaten Pekalongan,” papar Agung. (*)
Editor: Farah Nazila





