Lebih lanjut, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng juga telah melakukan antisipasi apabila ada lonjakan pengunjung. Pihaknya memberikan surat edaran kepada kabupaten/kota yang di tujukan oleh pengelola wisata terkait dengan penerimaan wisatawan serta ketersediaan pelayanan yang mendukung. Salah satunya dengan menyiapkan kantong-kantong parkir kendaraan.
“Lonjakannya sekitar 30 persen (dari hari biasa) peningkatan pengunjungnya, sudah terantisipasi dengan menambah area parkir, kerja sama dengan masyarakat setempat,” tegasnya.
Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian dalam melakukan risk assessment, yakni memeriksa tempat wisata berisiko tinggi terhadap keselamatan.
Beberapa lokasi, lanjut Agung, sudah memenuhi syarat, namun masih ada yang belum memenuhi persyaratan. Pihaknya pun mengimbau pada pengelola wisata untuk memenuhi perizinan, sehingga DTW tetap bisa menjadi destinasi liburan wisatawan.
BACA JUGA: Ini 10 Event Wisata Unggulan Jateng 2024, Cek Jadwal dan Lokasinya!
“Kami sudah melakukan pengawasan, monitoring, memastikan wahana-wahana permaianan yang berisiko itu sudah layak untuk dipakai pengunjung,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





