“Oh tidak bisa, malah ini fair. Ini cara menghitungnya saja, kan dalam satu Dapil (kabupaten) ada beberapa kecamatan. Kemudian ada beberapa desa. Kalau dulu mereka bertemu dalam satu kecamatan ini dibatesi saja, tidak ada rekayasa ini, hanya cara perhitungannya saja,” jelasnya.
Sumanto pun menegaskan bahwa seluruh perhitungan suara dalam sistem komandate ini sifatnya transparan.
“Perhitungan internal itu transparan,” ungkapnya.
Saat menanggapi perihal keenam caleg itu, Sumanto menyebutkan beberapa nama, di antaranya Eko Susilo (Dapil 8), Ahmad Ridwan (Dapil 13), dan Dyah Kartika Permanasari (Dapil 2).
“Mas Eko, Mas Ridwan, Mbak Intan, Mbak Dyah, Mbak Tika, dan yang lain, saya lupa namanya,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





