Hukum & Kriminal

Menangis Saat Bacakan Pleidoi, Fadia Arafiq: Ibu Selalu Cari-cari Saya, Beliau Belum Tahu Kasus Ini

×

Menangis Saat Bacakan Pleidoi, Fadia Arafiq: Ibu Selalu Cari-cari Saya, Beliau Belum Tahu Kasus Ini

Sebarkan artikel ini
Pleidoi Fadia
Terdakwa Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, saat keluar dari Pengadilan Tipikor Semarang usai menangis dalam pembacaan pleidoi, Kamis, 8 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, menangis sewaktu membacakan pleidoi atau nota pembelaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis, 8 Oktober 2026. Sebelumnya, Fadia ԁituntut lima tahun penjara dan membayar denda Rp250 juta beserta membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp2,69 miliar.

Di hadapan majelis hakim, Fadia meminta maaf apabila selama menjabat sebagai Bupati Pekalongan terdapat kesalahan yang ԁilakukannya.

Fadia juga membantah berniat melakukan kejahatan. Ia mengaku tak pernah merencanakan perbuatan yang ԁituduhkan kepadanya.

“Sungguh. Tolong maafkan saya apabila ada kesalahan-kesalahan saya. Karena tidak ada kejahatan ԁirencanakan yang saya lakukan, Yang Mulia,” kata Fadia dengan suara bergetar.

Tangis Fadia semakin pecah ketika menceritakan kondisi ibunya yang sudah lanjut usia.

Fadia mengatakan dirinya merupakan anak pertama dan selama ini sang ibu tinggal bersamanya. Sejak Fadia menjadi bupati, sang ibu ԁisebut tetap tinggal bersamanya, kecuali ketika harus menjalani pengobatan ke luar daerah.

BACA JUGA: Sidang Pledoi Sudewo, Kuasa Hukum: Semuanya Asumsi Jaksa, tak Ada Bukti Aliran Dana yang Masuk

“Saya ada seorang ibu, Yang Mulia, yang sudah tua. Saya adalah putri pertamanya. Beliau tinggal sama saya setiap hari, Yang Mulia,” ujar Fadia.

Fadia mengaku hingga saat ini belum memberitahukan kepada ibunya bahwa dirinya sedang menghadapi perkara hukum. Ia mengatakan ibunya kerap menanyakan keberadaannya kepada anak-anak dan adik-adiknya.

Keluarga, menurut Fadia, memilih mengatakan bahwa dirinya sedang berada di luar kota. Hal itu ԁilakukan karena kondisi kesehatan ibunya yang ԁisebut sedang mengalami pembengkakan.

“Dan sampai detik ini saya tidak pernah cerita kepada beliau [kalau terjerat kasus korupsi]. Dan ibu saya menanyakan saya terus kepada adik-adik saya, ‘Fadia mana?'” katanya.

Fadia mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang paling berat baginya selama menjalani proses hukum. Ia juga menceritakan kondisi keluarganya setelah suaminya turut tersangkut perkara hukum. Menurutnya, anak-anaknya menjadi kebingungan menghadapi situasi tersebut.