SEMARANG, beritajateng.tv – Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, tertunjuk sebagai salah satu pilot project Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) sejak November 2021 silam. Lebih dari satu tahun berlalu, pihaknya berhasil menekan angka pernikahan dini dan KDRT di Tanjung Mas.
Hal tersebut terungkapkan oleh Lurah Tanjung Mas, Sony Yudha Putra Pradana. Sony menyebut Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di Kelurahan Tanjung Mas telah melaksanakan program kerja dengan baik. Hal itu telah satu tahun sejak Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) saat itu, yaitu Bintang Puspayoga, meresmikannya.
“Saat ini Relawan SAPA sudah banyak bergerak dan berhasil dalam hal memyukseskan program-program yang memang dicanangkan oleh pemerintah, yaitu 10 program yang memang menjadi harapan dari pemerintah,” kata Sony kepada beritajateng.tv setelah kegiatan Pelatihan Relawan SAPA, Senin 3 Juli 2023.
Adapun 10 program atau indikator tersebut adalah lima indikator terkait dengan kelembagaan yaitu pengorganisasian perempuan dan anak di kelurahan.
Sedangkan lima indikator lainnya terkait arahan presiden yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak.
Sony mengungkapkan bahwa hadirnya Relawan SAPA menjadi salah satu langkah baik untuk mendukung Kelurahan Tanjung Mas sebagai Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Salah satu hal yang ia soroti adalah peran Relawan SAPA dalam pendampingan korban KDRT di Kelurahan Tanjung Mas.
“Relawan SAPA ini sangat membantu sekali dalam hal ini penanganan KDRT yang disebabkan oleh berbagai macam faktor, utamanya mereka membantu menjembantani dalam hal ini tindakan-tindakan apa yang diperlukan, baik itu perlindungan terhadap perempuan atau anak yang mendapat KDRT, dan juga memberikan edukasi kepada para pihak yang melakukan kekerasan,” lanjutnya.
BACA JUGA: Wagub Jateng Launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Pati
Angka Pernikahan Dini dan KDRT di Tanjung Mas Menurun Usai Jadi Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak
Sebelumnya, berdasarkan pendataan pada 2021 lalu, Kelurahan Tanjung Mas mendapat sorotan publik. Penyebabnya, terdapat 90 pasangan di kelurahan ini yang memilih untuk menikah pada usia dini.
Hal tersebutlah yang kemudian menjadi salah satu faktor Kelurahan Tanjung Mas menjadi pilot project dalam Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak.
Setahun sudah program Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak berjalan. Kini angka pernikahan dini dan KDRT di Kelurahan Tanjung Mas terus mengalami penurunan.
“Kalau di bandingkan tahun-tahun sebelum di tunjuknya Kelurahan Tanjung Mas sebagai pilot project KRPPA, angka kasus kekerasan di tempat kita memang sangat tinggi. Dengan adanya piloting project KRPPA ini angka-angka kekerasan dan pernikahan dini sudah dapat di tekan,” ungkap Sony.
Ia pun berharap agar para Relawan SAPA dapat terus meningkatkan kompetisi dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
“Harapannya agar seluruh Relawan SAPA benar-benar bisa memanfaatkan kegiatan ini. Sehingga selain berdampak pada diri Relawan SAPA sendiri. Ini juga akan berdampak positif untuk lingkungan Kelurahan Tanjung Mas pada khususnya,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi













