SEMARANG, beritajateng.tv – Siapa nih yang sudah menyaksikan film horor berjudul Perewangan di bioskop? sebuah film menarik dengan menghadirkan sensasi kengerian budaya jawa yang luar biasa.
Tak hanya itu, sederek aktor luar biasa juga ikut andil dalam film tersebut. Sehingga para penonton akan banyak menemukan adegan yang penuh emosi dengan sangat mendalam.
Berikut ini beritajateng.tv akan bagikan informasi seputar beberapa fakta unik yang terdapat dalam film tersebut.
BACA JUGA: Megan Domani Perankan Tokoh Jasmine dalam Film Azzamine, Berikut Profil Lengkapnya
Fakta Unik Film Perewangan
Awal mula adanya film horor yang satu ini yaitu terinspirasi dari thread viral di X pada tahun 2023 oleh akun @JeroPoint. Dalam thread tersebut menceritakan bahwa seorang wanita bernama Maya mengalami serangkaian kejadian aneh di rumahnya.
Kisah mistis ini bermula dari sebuah lesung kosong yang dipukul oleh ibu Maya setiap pagi. Ternyata, lesung tersebut melambangkan persekutuan jin dan setan untuk mendatangkan keberuntungan dalam usaha keluarga Maya.
Selain lesung kosong, di rumah Maya juga terdapat cermin besar yang berfungsi sebagai media lain. Sejak ibu Maya jatuh sakit, rumah mereka mulai mengalami berbagai peristiwa menakutkan.
Maya, yang awalnya tidak menyadari semua ini, mulai mengalami kejadian-kejadian aneh. Teror yang dialaminya tidak hanya berupa ancaman fisik, tetapi juga tekanan mental yang semakin hari semakin aneh.
Teror mulai mengganggu kehidupan mereka, dan puncaknya adalah kematian ayah Maya secara misterius. Sebelum sakit, ibu Maya memiliki kebiasaan aneh yaitu menumbuk lesung kosong setiap pagi.
BACA JUGA: Daftar Pemain Film Perewangan 2024, ada Davina Karamoy dan Aktor Ternama Lainnya
Kebiasaan tersebut yang merupakan salah satu praktik kuno guna mendatangkan sebuah keburuntungan ternyata malah menghadirkan sebuah petaka. Bagaimana tidak, kebiasaan ini memang tidak baik lantaran harus berhubungan dengan makhluk halus.
Namun sayangnya, banyak sekali orang Jawa yang masih melestarikan praktik kuno mengerikan tersebut. Padahal seharusnya mereka perlu menyadari bahwa apa yang menjadi kebiasaan akan berdampak pada anak cucunya di masa yang akan datang. (*)





