SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku belajar banyak hal soal politik dari Presiden RI Joko Widodo. Hal itu ia ungkapkan saat hadir sebagai bintang tamu di acara eksklusif Mata Najwa beberapa waktu lalu.
“Banyak yang mengatakan saya ini kurang (jadi) politisi. Makanya saya kalah terus. Namun, kali ini, Insyaallah (menang). Saya sudah belajar politik. Saya belajar dari Pak Jokowi, orang yang mengalahkan saya. Berarti saya mendapat guru yang hebat. Jadi, sekarang saya santai saja,” ungkap Prabowo.
Tentunya, ungkapan Prabowo ini mendapat sorotan dari berbagai pihak. Khususnya kader Partai Gerindra yang selalu menyambut baik langkah Prabowo selama proses menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) di tahun 2024 nanti.
BACA JUGA: Ramai Baliho Prabowo-Jokowi, Gerindra Jateng: Di Luar Dugaan, Bahkan Orang Partai Tidak Tahu
Sekretaris Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Sriyanto Saputro mendukung pernyataan Prabowo Subianto yang menganggap ia telah belajar banyak dari Jokowi.
Dukungan itu disampaikannya saat ditanya terkait apakah Jokowi akan merestui langkah Prabowo sebagai Presiden.
“Kalau soal itu kami tidak tau, tetapi seperti yang disampaikan Pak Prabowo, berharap kan boleh. Dan belajar dari hal yang kalah, itu kan bagus. Itu kan jiwa-jiwa Pak Prabowo,” ungkap Sriyanto saat dihubungi beritajateng.tv, Rabu sore, 5 Juli 2023.
Prabowo Subianto Tunjukkan Kecerdasan dan Kenegarawan di Hadapan Publik
Ia menilai, bersedianya Prabowo hadir dalam acara tersebut sekaligus menunjukkan sosok Prabowo yang sering sebagian orang anggap berhati besi. Bukan tanpa alasan, Ketua Umum Gerindra itu pernah terangkat sebagai Panglima Kostrad pada 1998 silam.
“Di Mata Najwa itu kan terlihat kecerdasan Pak Prabowo, sikap kenegarawan Pak Prabowo, dan juga karakter Pak Prabowo. Kalau orang luar mungkin suka mem-bully Pak Prabowo, faktanya kan beliau humble bisa guyu sama Najwa,” papar Sriyanto.
BACA JUGA: Partai Gerindra Larang Kader Gunakan Janji Politik Kas Bon Saat Berkampanye
Baginya, sosok Prabowo Subianto memiliki hubungan yang harmonis dengan Jokowi, dibanding dengan jajaran menteri lain di kabinet.
“Tapi setidaknya hubungannya sungguh harmonis Pak Prabowo. Bahkan menurut saya spesial di antara para menteri. Kalau misalnya Pak Jokowi mendukung Pak Prabowo, kami seneng. Kami membutuhkan dukungan sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya,” tutup Sriyanto. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




