Namun, ia meyakini kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama dan akan terbentuk pola distribusi baru yang lebih stabil.
“Cepat atau lambat akan kembali stabil dengan iklim yang baru lewat perilaku para peternak dan petani,” katanya.
Aria menegaskan, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada pengawasan dan keterlibatan pemerintah daerah.
“Saya melihat yang penting diawasi dengan juga keterlibatan pemerintah daerah dalam pengelolaan program-program pemerintah nasional seperti MBG,” ujarnya.
Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Masih Tahap Awal, Komisi III Belum Evaluasi Secara Menyeluruh
Selain MBG, Aria juga menyinggung program Koperasi Merah Putih. Namun, ia menilai program tersebut masih dalam tahap awal sehingga belum dapat dievaluasi secara menyeluruh.
“Kalau Koperasi Merah Putih kami masih melihat ya karena belum ada fakta-fakta di lapangan. Baru persiapan-persiapan pembangunan kantor,” katanya.
BACA JUGA: BGN Tegaskan Sekolah Boleh Tolak Program MBG: Gak Masalah, Masih Banyak yang Antre
Ia menyebut, ke depan koperasi tersebut harapannya dapat menjadi salah satu pilar ekonomi nasional, selain sektor swasta dan badan usaha milik negara maupun daerah.
“Soal bisnisnya kita tunggu seperti apa yang ke depan koperasi ini akan menjadi pilar kekuatan ekonomi nasional selain sektor private dan sektor state capital yaitu BUMD atau BUMN,” pungkas Aria. (*)
Editor: Farah Nazila





