Jateng

Ibu-ibu PKK Blora Gelar Bersih-bersih Lapangan Kridosono, Ditemukan Banyak Tusuk Sate Berbahaya

×

Ibu-ibu PKK Blora Gelar Bersih-bersih Lapangan Kridosono, Ditemukan Banyak Tusuk Sate Berbahaya

Sebarkan artikel ini
bersih-bersih
Ibu-ibu PKK Blora gelar bersih-bersih setelah melihat tusuk sate bertebaran di Lapangan Kridosono. (Foto: Heri/beritajateng.tv).

BLORA, beritajateng.tv – Dalam rangka peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK 2024, ibu-ibu PKK Kabupaten Blora melakukan aksi bersih-bersih di Lapangan Kridosono, Blora, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diinisiasi setelah banyaknya keluhan masyarakat dan para atlet tentang banyaknya tusuk sate yang berserakan di lapangan yang dianggap membahayakan publik.

Bupati Blora, Arief Rohman, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalichah, memimpin langsung kegiatan ini.

BACA JUGA: HKG PKK ke-52, Walikota Semarang Tekankan Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat 

Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di lokasi, untuk ikut serta menjaga kebersihan dan bersih-bersih di Lapangan Kridosono.

“Kita bersama ibu-ibu tim penggerak PKK Kabupaten Blora, melakukan bersih-bersih di lapangan Kridosono, yang merupakan area publik ya, untuk olahraga kalau pagi, harus mengingatkan untuk menjaga kebersihannya,” ungkap Bupati Blora.

Untuk mengingatkan para pedagang, Bupati menancapkan papan imbauan, bertuliskan “kamu keren kalau menjaga kebersihan lapangan Kridosono”.

Acara berawal dari senam bersama, berlanjut dengan pembagian bantuan sosial kepada pekerja kebersihan. Puncaknya saat aksi bersih-bersih lapangan dari tusuk sate yang berserakan.

Bupati juga mengimbau kepada para PKL yang berjualan pada malam hari untuk ikut serta membersihkan sampah jika sudah selesai berjualan.

Bupati Blora dan Ketua TP PKK juga menandatangani kesepakatan bersama dengan para PKL untuk menjaga kebersihan lingkungan di Lapangan Kridosono.

“Kami berharap gerakan bersih-bersih ini tidak hanya berlangsung saat ada kegiatan saja, tapi bisa seminggu sekali. Kami juga mengharapkan para pedagang ikut menjaga kebersihan. Bukan hanya karena membayar retribusi,” ujar Marsono, salah seorang warga yang turut mengapresiasi kegiatan ini.

Marsono berharap, gerakan bersih-bersih ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar. (*).

Editor: Andi Naga Wulan.

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp