SEMARANG, beritajateng.tv – Antusiasme masyarakat Kabupaten Semarang dalam mengembangkan inovasi di berbagai bidang menunjukkan tren positif. Lonjakan partisipasi dalam ajang Kreasi dan Inovasi (Krenova) turut mendongkrak Indeks Inovasi Daerah (IID) setempat.
Hal tersebut tercermin dari jumlah karya yang masuk pada ajang Krenova Kabupaten Semarang 2026. Tahun ini, tercatat sebanyak 107 karya inovasi bersaing ketat, melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kalangan pelajar, hingga masyarakat umum.
“Ini tentu capaian yang cukup menggembirakan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapperida Kabupaten Semarang, M. Muslih, usai penyerahan penghargaan Krenova 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Selasa, 3 November 2026.
Muslih menjelaskan, peningkatan partisipasi ini menjadi salah satu indikator utama yang mendongkrak IID Kabupaten Semarang. Grafik kepesertaan terus merangkak naik dari tahun ke tahun.
Pada 2024 tercatat 53 peserta, lalu meningkat menjadi 78 peserta pada 2025, hingga puncaknya menyentuh 107 peserta pada 2026. Termasuk keikutsertaan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) serta DPMPTSP Kabupaten Semarang.
BACA JUGA: Wali Kota Agustina Paparkan Capaian Program Semarang, dari Posyandu hingga Penguatan UMKM
Dampak positif tersebut turut tercermin pada skor IID Kabupaten Semarang yang naik signifikan dari 53,29 pada tahun sebelumnya menjadi 62,14 pada 2025.
Tak hanya itu, Bapperida Kabupaten Semarang juga telah mengunggah 61 inovasi ke dalam Sistem Informasi Pemetaan Hasil Penelitian dan Pengembangan (Sitalitbang) pada 2026. Jumlah ini melampaui capaian tahun 2025 yang mencatatkan 48 inovasi.
Dengan berbagai capaian tersebut, Kabupaten Semarang optimistis mampu menargetkan predikat daerah “Sangat Inovatif” pada tahun ini. Predikat naik dari kategori “Inovatif” pada tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, Muslih menilai masifnya budaya inovasi ini ԁiyakini tidak hanya mendongkrak Indeks Inovasi Daerah. Akan tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penekanan angka pengangguran terbuka.
BACA JUGA: Wali Kota Agustina Paparkan Capaian Program Semarang, dari Posyandu hingga Penguatan UMKM
“Karena beberapa karya inovasi yang lahir terbukti mampu menyerap tenaga kerja lokal,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah, menekankan pentingnya membangun dan mengembangkan budaya inovatif demi memperkuat daya saing daerah. Upaya ini dapat ԁioptimalkan dengan melibatkan para pemangku kepentingan hingga tingkat desa dan kelurahan.
Ia memproyeksikan, jika setiap desa dan kelurahan mampu menggali potensi lokalnya, akan lahir ratusan inovasi baru setiap tahunnya. “Itu baru dari 208 desa dan 27 kelurahan, belum lagi ԁitambah dari lingkungan pendidikan,” tandas Nur Arifah.
Acara puncak penyerahan piala kepada para pemenang Krenova 2026 tersebut turut ԁihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Semarang Peni Yulianingsih Ngesti Nugraha, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang Valeanto Sukendro, Staf Ahli Bupati bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik Suharnoto, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Semarang. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





