Selain bantuan kepada ojol, Bulog bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pemerintah kabupaten/kota se-Jateng juga terus melakukan berbagai intervensi pasar.
Salah satu intervensi itu melalui Gerakan Pangan Murah yang melibatkan dinas terkait, TNI, Polri, serta jaringan pengecer mitra Bulog.
Stok pangan di Bulog aman jelang Nataru
Sri Muniati menjelaskan pada alokasi Oktober–November, Bulog menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 3 hingga 3,3 juta penerima di Jawa Tengah. Setiap penerima memperoleh beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk dua alokasi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, memastikan stok pangan di Bulog maupun gudang-gudang di 35 kabupaten/kota dalam kondisi aman menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Stok aman dan tidak ada masalah. Bantuan ke teman-teman ojol ini penting agar mereka mendapatkan pasokan makanan. Sehingga mereka bisa bekerja dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus membantu pengendalian inflasi,” ujarnya.
BACA JUGA: Bagikan Sepatu ke Driver, Fraksi Golkar DPRD Jateng Bakal Sampaikan Aspirasi Ojol ke DPR RI
Sementara itu, salah satu pengemudi ojol penerima bantuan, Wiji Hariyati, mengaku bantuan pangan murah tersebut sangat membantu di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Sangat membantu sekali, apalagi mendekati akhir tahun harga-harga naik. Alhamdulillah bisa dapat beras, gula, minyak, dan tepung dari Bulog,” katanya.
Program bantuan pangan murah ini harapannya dapat meringankan beban pengemudi ojol. Selain itu juga menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan di Jawa Tengah selama periode Nataru. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





