Viral

Apa itu Whip Pink? Berikut resiko dan upaya penyembuhannya

×

Apa itu Whip Pink? Berikut resiko dan upaya penyembuhannya

Sebarkan artikel ini
Whip Pink
Ilustrasi gas Whip Pink. Freepik

SEMARANG, beritajateng.tv – Maraknya penyalahgunaan Whip Pink atau gas nitrous oxide (N₂O) menjadi perhatian tenaga medis.

Penggunaan gas yang semestinya secara terbatas di bidang medis dan industri ini dapat memicu gangguan pernapasan hingga kerusakan saraf jika penggunaannya tanpa pengawasan dan sembarangan.

Banyak kalangan anak muda yang menyalahgunakan Whip Pink dalam kehidupan sehari-harinya. Berawal hanya coba-coba dan akhirnya merasa ketergantungan dan terus ingin mengulang kembali penggunaannya.

BACA JUGA: Api Abadi Mrapen Padam, Dinas ESDM Jateng: Tak Ada yang Abadi, Gas Bukan Energi Terbarukan

Dalam praktik medis, penggunaan nitrous oxide hanya dengan dosis terukur dan pemantauan ketat tenaga kesehatan.

Namun pada penggunaan rekreasional Whip Pink, tidak terdapat kontrol dosis dan gas sering terhirup berulang demi mengejar efek euforia, yang berisiko memicu ketergantungan psikologis.

Resiko Whip Pink

Dokter spesialis paru menjelaskan, inhalasi nitrous oxide dapat menyebabkan hipoksia atau kekurangan oksigen dalam tubuh.

Kondisi ini berisiko memicu sesak napas, penurunan kesadaran, pingsan mendadak, hingga gagal napas, terutama jika penggunaan berulang kali atau di ruang tertutup tanpa pengawasan.

Selain dampak akut, penggunaan Whip Pink dalam jangka panjang juga berpotensi menimbulkan gangguan saraf.

Gas dalam Whip Pink ini ternyata dapat menghambat penyerapan vitamin B12 yang berperan penting dalam fungsi saraf dan pembentukan sel darah.

Sehingga dapat menyebabkan kesemutan berkepanjangan, gangguan koordinasi, hingga penurunan fungsi neurologis.

Resiko lainnya seperti gangguan pernapasan akan semakin besar jika nitrous oxide pemakaiaannya bersamaan dengan alkohol, obat penenang, atau rokok. Hal itu karena dapat menekan pusat pernapasan di otak dan memicu henti napas mendadak.

Upaya Penyembuhan

Oleh karena itu, masyarakat perlu menghentikan penggunaan gas tersebut dan segera mencari bantuan tenaga kesehatan apabila mengalami sesak napas, pingsan, atau gangguan saraf setelah menghirup nitrous oxide.

Edukasi dan peran keluarga tentunya sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan dan membantu proses pemulihan bagi pengguna.

Langkah awal menghentikan kecanduan nitrous oxide yakni dengan memutus akses terhadap gas tersebut dan menghindari lingkungan yang memicu penggunaan ulang.

BACA JUGA: Petugas Kesehatan Cek SPPG, Dorong Semua Dapur MBG Miliki IPAL Standar

Pengguna yang sudah terbiasa menghirup gas ini alangkah baiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar proses penghentian dapat berlangsung secara aman dan terpantau.

Pendampingan medis diperlukan untuk memantau fungsi pernapasan dan saraf. Mengingat penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan gangguan akibat kekurangan vitamin B12.

Dukungan keluarga, edukasi risiko jangka panjang, serta pendampingan psikologis juga dinilai penting untuk mencegah kekambuhan. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp