SEMARANG, beritajateng.tv – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menambah korban dari penerima manfaat termasuk ratusan siswa di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Lantas Apa penyebab keracunan MBG, di Kabupaten Blora, Rembang, dan Pati? Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengungkap hasil investigasi awal keracunan MBG sepanjang September 2026 itu.
Sebagai informasi, kasus terbaru keracunan MBG terjadi di Kabupaten Pati. Total sebanyak 127 siswa dari MTs N 3 Pati, 101 siswa SMPN 1 Gembong, dan 1 siswa MTs Manbaul Ulum. Selain itu tujuh orang dari Posyandu Desa Gembong mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada Selasa, 8 September 2026.
Sebelumnya, juga terjadi hal serupa di Kabupaten Blora pada 7 September 2026. Kemudian, pada 3 dan 8 September 2026 di Kabupaten Blora. Lantas apa penyebab keracunan MBG di beberapa daerah itu?
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jateng, Heri Purnomo, mengatakan, adanya persoalan kedisiplinan penjamah makanan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP) di dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dia mengatakan telah memeriksa lokasi SPPG terkait yang terduga menjadi sumber asal makanan yang mendistribusikan MBG. Dari hasil pengecekan tersebut, SPPG terkait sudah memiliki SLHS (Sertifikat Laik Higienis Sanitasi).
“Sebagian besar penjamah sudah mendapat pelatihan. Hanya saja banyak yang tidak disiplin. Contoh, misalkan dia enggak pakai celemek, dan lain gitu,” katan Heri di kantornya, Rabu, 9 September 2026.
BACA JUGA: Satu Guru dan 136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Blora Diduga Keracunan MBG, Enam Orang Dilarikan ke Klinik
Penyelidikan Epidemiologi penyebab keracunan MBG
Lebih lanjut, Heri mengatakan, setiap laporan dugaan keracunan langsung menjadi perhatian dan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE).
“Dari tiga tempat dugaan keracunan makanan itu sebenarnya petugas langsung mengadakan penyelidikan epidemologi. Berkunjung ke semua tempat, baik SPPG-nya, sekolah, dan rumah sakit,” ucapnya.
Heri mengatakan, dugaan sumber masalah di masing-masing daerah belum tentu sama. Contoh, Heri bilang, dugaan sementara keracunan MBG di Blora mengarah pada sayuran dalam menu sop.
“Blora itu (dugaan sumber) sayurannya, sementara yang Rembang itu lauknya,” katanya.
Sementara untuk kasus keracunan MBG di Pati, instansi terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan sumber maupun penyebab keracunaan MBG.
BACA JUGA: Rentetan Dugaan Keracunan MBG di Jateng, Gus Yasin: Kami Fungsinya hanya Melaporkan
Tutup SPPG Penyebab Keracunan MBG
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merekomendasikan agar SPPG yang berkaitan dengan kejadian keracunan MBG tutup sementara.
“Semuanya kita catat, kita juga rekomendasikan untuk sementara SPPG yang terlibat di situ kita untuk berhenti dulu sementara untuk tidak operasional dulu sampai nanti ada perbaikan-perbaikan,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





