Jateng

APBD Terbatas Tapi Biaya Perawatan Taman Tembus Rp1 Miliar, Disperkim Bidik CSR Perusahaan

×

APBD Terbatas Tapi Biaya Perawatan Taman Tembus Rp1 Miliar, Disperkim Bidik CSR Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Taman Kecil di Semarang Diubah Jadi Mini Eco Smart Park, Ada Play Ground Hingga Green House
Taman bermain Play Ground di Semarang Mini Eco Smart Park di taman Kertanegara Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

“Kalau kita hitung secara keseluruhan, kebutuhan anggaran pemeliharaan taman sangat besar. Karena itu kami perlu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar kualitas ruang terbuka hijau tetap terjaga,” jelasnya.

Ke depan, Pemkot Semarang juga akan menerapkan konsep adopsi taman berbasis wilayah.

Perusahaan yang memiliki aktivitas usaha di sekitar lokasi taman akan di dorong untuk berpartisipasi dalam pengembangan dan pemeliharaan kawasan tersebut.

“Kami ingin program CSR lebih tepat sasaran. Perusahaan bisa membantu taman yang berada di sekitar wilayah operasional mereka. Sehingga manfaatnya langsung masyarakat setempat rasakan,” ujarnya.

Selain taman kota, konsep kerja sama serupa juga akan pihaknya terapkan untuk pembangunan dan pengembangan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di sejumlah kecamatan.

Perkim berharap keterlibatan dunia usaha dapat mempercepat peningkatan kualitas fasilitas publik tanpa harus sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Semarang tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja. Kami membutuhkan dukungan dunia usaha dan masyarakat agar ruang publik yang nyaman, hijau, dan berkualitas bisa terus bertambah,” pungkas Pipie. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp