Gelombang kritik semakin kuat karena Arya Iwantoro masih berkarier di Inggris. Sebagian warganet menduga ia belum menuntaskan kewajiban pengabdian.
Diskusi hangat pun memenuhi berbagai platform media sosial. Publik menuntut kejelasan terkait status kontrak beasiswanya.
Sementara itu, Tyas mengklaim kewajiban pribadinya telah selesai.
Ia mengaku sempat kembali ke Indonesia. Kontribusi melalui bisnis lingkungan hidup ia anggap sebagai bentuk pengabdian. Pernyataan tersebut justru memunculkan perdebatan baru.
Banyak pihak menilai persoalan ini menyangkut etika dan tanggung jawab moral. Dana pendidikan berasal dari pajak masyarakat.
BACA JUGA: Sosok Dwi Sastyaningtyas, Mantan Penerima Beasiswa LPDP Viral Gegara Anaknya Pindah Status Jadi WNA
Karena itu, transparansi menjadi tuntutan utama publik. Kejelasan informasi akan meredam spekulasi yang berkembang.
Hingga kini, Arya Iwantoro belum menyampaikan pernyataan resmi. Publik masih menunggu klarifikasi langsung darinya. Situasi tersebut membuat namanya terus menjadi bahan perbincangan.
Kontroversi ini pun membuka diskusi luas tentang nasionalisme dan tanggung jawab penerima beasiswa negara. (*)





