Jateng

Atap Gedung Lama Ki Narto Sabdo Hampir Ambrol, Masih Jadi Tempat Pentas Wayang Orang

×

Atap Gedung Lama Ki Narto Sabdo Hampir Ambrol, Masih Jadi Tempat Pentas Wayang Orang

Sebarkan artikel ini
Atap Gedung Lama Ki Narto Sabdo Hampir Ambrol, Masih Jadi Tempat Pentas Wayang Orang
Komisi D DPRD Kota Semarang meninjau langsung kondisi Gedung lama Ki Narto Sabdo yang memprihatinkan. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kondisi memprihatinkan tampak di dalam gedung lama Ki Narto Sabdo di area Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Terlihat, bangunan usang dengan atap plafon lapuk yang hampir ambrol.

Kabid Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Sarosa menyebut, dalam waktu dekat pemerintah kota Semarang akan melakukan renovasi gedung Ki Narto Sabdo yang lama.

Hal ini karena kondisi gedung yang sudah sangat parah, terlebih ada atap dan plafon yang bocor dan sewaktu-waktu bisa roboh.

“Padahal setiap malam minggu gedung ini untuk pertunjukan wayang orang. Sehingga perlu renovasi,” ujar dia saat mendampingi Komisi D DPRD Kota Semarang melakukan tinjauan Gedung Ki Narto Sabdo lama, Jumat 19 April 2024.

Menurutnya, pertunjukan wayang orang merupakan aset warisan budaya tak benda yang sudah diakui oleh UNESCO, sehingga wajib untuk melestarikannya.

“Sehingga dalam waktu dekat, tahun 2024 ini pasti akan di renovasi dan itu sebagai apresiasi untuk para seniman. Tahun ini, dianggarkan di Dinas Tata Ruang (Distaru),” imbuhnya.

Renovasi Gedung Pertunjukan Wayang Orang

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo mengatakan, rencana Pemerintah Kota Semarang di satu atau dua tahun lalu memang akan membangun baru dan renovasi total gedung ini.

“Melihat kondisi seperti tadi, cukup memprihatinkan. Atap dan plafon hampir ambrol. Sehingga harapannya ada renovasi pada tahun ini,” harap Anang.

Anang mengaku jika perlu maintenance dan perawatan, termasuk pada bagian atap dan plafon serta penambahan kipas angin.

“Gedung Ki Narto Sabdo baru itu nanti untuk kegiatan yang agak komersial mengejar target pendapatan. Sedangkan Gedung Ki Narto Sabdo lama akan jadi tempat ekspresi seniman dan budayawan yang kemungkinan bisa di diskon dan tidak mengejar target pendapatan,” sebut Anang.

Pihaknya akan melakukan kajian kembali terkait tata kelola dan tarif sewa gedung baru Ki Narto Sabdo.

“Jadi intinya temen-temen seniman budayawan itu kalau mungkin harus pakai gedung yang baru sangat memberatkan karena sewanya Rp 25 juta sekali pakai. Namun kalau pakai gedung yang lama kan ada keringanan-keringanan bahkan bisa gratis tinggal lihat eventnya apa,” papar Anang. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp