“Jadi saat mengikuti selam laut, korban sudah melambaikan tangan saat putaran kedua. Tetapi korban tetap tidak berhenti dan lanjut bermain. Di putaran ketiga korban minta pertolongan dan tim bawalah ke pinggir,” ujar Darwin.
BACA JUGA: Nicholas Destyan Prayuda Sumbang Emas untuk Semarang di Porprov Jateng 2026, Davien Raih Perak
Setelah evakuasi ke tepi laut oleh tim gabungan, termasuk Basarnas, Syabilla terkapar dalam kondisi tidak sadarkan diri. Meski demikian, denyut nadinya masih terdeteksi saat pemeriksaan awal.
Tim medis kemudian memberikan pertolongan darurat sebelum membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Di tempat kejadian perkara, korban memang sudah tidak sadarkan diri, tetapi nadinya masih ada. Pertolongan darurat berjalan dan korban di bawa ke rumah sakit,” kata Darwin.
Meski telah mendapatkan penanganan medis, nyawa Syabilla tidak berhasil diselamatkan. Atlet tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Hingga Minggu siang, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti insiden yang menimpa Syabilla saat mengikuti pertandingan selam laut di Semarang Barat tersebut.
Polsek Semarang Barat masih mendalami kronologi kejadian, termasuk kondisi korban selama perlombaan berlangsung. Kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Tim Inafis Polrestabes Semarang untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami belum bisa menyimpulkan. Saat ini masih dalam penyelidikan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan tim Inafis untuk penanganan lebih lanjut,” tandas Darwin.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi dunia olahraga Jawa Tengah, khususnya kontingen Kabupaten Jepara, yang kehilangan salah satu atlet berprestasi di tengah berlangsungnya Porprov Jateng 2026. (*)





