Olahraga

Kota Semarang Juara Umum Drumband Porprov Jateng 2026, Raih 4 Emas di Demak

×

Kota Semarang Juara Umum Drumband Porprov Jateng 2026, Raih 4 Emas di Demak

Sebarkan artikel ini
Kota Semarang Juara Umum Drumband Porprov Jateng 2026, Raih 4 Emas di Demak
Kota Semarang Juara Umum Drumband Porprov Jateng 2026 di Demak. (Steve Arie/beritajateng.tv)

DEMAK, beritajateng.tv – Kontingen Kota Semarang tampil gemilang pada cabang olahraga (cabor) drumband Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Kota Semarang sukses menjadi juara umum setelah mengoleksi empat medali emas, satu perak, dan satu perunggu.

Kepastian ini, setelah seluruh rangkaian pertandingan drumband Porprov Jateng 2026 rampung.

Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) berlangsung di Stadion Sultan Fatah, Kabupaten Demak, Sabtu (24/10/2026). Hadir memimpin upacara, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) Jawa Tengah, Dyah Kartika Permanasari.

Penanggung jawab cabor drumband Kota Semarang, Anang Budi Utomo, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian para atlet.

Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari perjuangan dan kerja keras tim, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

“Tentu dengan perolehan ini, patut kita berbangga hati. Ini patut kita syukuri, sekaligus evaluasi bersama untuk event-event yang akan datang,” kata Anang.

Empat medali emas Kota Semarang berasal dari nomor Lomba Ketahanan dan Ketepatan Berbaris (LKKB) 6.000 meter putra dan putri, serta Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) 600 meter putra dan putri.

Sementara itu, medali perak diraih dari nomor LBJP 400 meter putri. Adapun medali perunggu diperoleh melalui nomor LBJP 800 meter putra.

Pembatasan Nomor Lomba Tak Halangi Semarang Jadi Juara Umum

Anang menjelaskan, peluang Kota Semarang untuk menambah koleksi medali sebenarnya masih terbuka.

Namun, kesempatan tersebut terbatas karena adanya kebijakan yang membatasi setiap atlet mengikuti maksimal tiga nomor lomba.

Kebijakan tersebut merupakan keputusan KONI Jawa Tengah berdasarkan masukan dari KONI kabupaten dan kota. Meski demikian, pihaknya menghormati aturan yang berlaku dan menilai para atlet telah memberikan hasil terbaik.

“Karena itu sudah kebijakan dari KONI Jateng berdasarkan masukan dari KONI kabupaten dan kota, kita tentu menghargai. Jadi kondisi apa pun kita hadapi, dan ini adalah hasil maksimal yang kita peroleh,” ujarnya.