SEMARANG, beritajateng.tv – Baru-baru ini media sosial (medsos) Friendster membuat heboh warganet Tanah Air karena kabar kembali atau comeback-nya di jagat maya.
Berikut beberapa fakta menarik tentang medsos Friendster yang kabarnya akan comeback.
Buat kamu anak-anak kelahiran tahun 90-an pastinya tahu tentang eksistensi Friendster ini dan mungkin sempat memiliki akunnya. Nah, medsos yang sempat populer pada tahun 2002 itu kini bersiap untuk kembali dan telah membuka pendaftaran untuk bergabung.
“Era baru jaringan yang dipersonalisasi. Temukan kembali pesona era awal jejaring sosial, kini diremajakan dengan sentuhan kontemporer. Friendster lebih baik dari sebelumnya dan untuk masyarakat,” demikian pernyataan di situs Friendster.
Kabarnya, hingga kemarin malam pukul 08.30 WIB, medsos tersebut memiliki daftar tunggu mencapai 14 ribu lebih.
Nah, buat kamu yang penasaran bagaimana sih latar belakang dari Friendster, yuk simak ulasannya di bawah ini.
BACA JUGA: Biografi Nayla Denny Purnama, Tokoh Utama dalam Film Vina Sebelum 7 Hari
Fakta-fakta Friendster
1. Didirikan oleh programer asal Kanada
Friendster, sama seperti Facebook, merupakan media sosial yang lebih dahulu masyarakat Indonesia kenal. Pendirinya adalah programer asal Kanada bernama Jonathan Abrams di tahun 2002. Nama “Friendster” tersusun dari dua kata, “Friend” yang berarti teman, dan “Napster”.
Di zaman itu, Napster adalah fenomena. Napster merupakan situsweb berbagi file (terutama musik) secara ilegal yang melegenda. Sang pendiri Friendster, Jonathan Abrams, merupakan salah satu penggemar Napster dan berharap situs web buatannya bisa sefenomenal situsweb berbagi ilegal tersebut.
2. Mayoritas pengguna dari Asia
Friendster terbilang sukses. Data yang ada dalam Venture Beat, per bulan Juni 2008, Friendster memiliki pengguna aktif bulanan mencapai 37,1 juta orang. Dari angka tersebut, mayoritas pengguna Friendster berasal dari Asia. Angka pengguna Asia mencapai 33 juta pengguna aktif bulanan.
Fakta lainnya
3. Alasan jadi favorit pengguna
Melansir Motherboard, banyak para pengguna menyukai Friendster karena di dalam situs tersebut, tak ada debat politik dan berita palsu. Salah satu fitur andalan medsos ini adalah “testimoni”, tempat para pengguna bisa memberikan kesan dan pesan kepada pengguna lainnya.
4. Friendster tutup
Setelah mendapat spam dan pembajakan, Friendster kehilangan banyak pengguna.
BACA JUGA: Segera Tayang di Bioskop ‘Vina Sebelum 7 Hari’, Berikut Sinopsisnya
Pada tahun 2009, Friendster berubah menjadi situs permainan sosial yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Pada tahun 2011, media sosial ini diakuisisi oleh MOL Global, sebuah perusahaan e-commerce dan pembayaran digital dan tutup pada tahun 2015.
Untuk mengakses situs web Friendster ini, kamu bisa mengklik https://friendster.com. Lalu kamu bisa mengisi alamat e-mail pribadi.
Jika kita ingin memotong antrean dan mendapatkan akses awal lebih cepat, kita harus mereferensikan teman. Cukup salin link yang tersedia dan kirimkan ke teman kita.(*)





