DEMAK, beritajateng.tv– Banjir Rob di jalur Pantura Demak-Semarang naik hingga ketinggian 10 centimeter.
Hal ini tampak saat pantauan, tepatnya di depan Pasar Sayung kabupaten Demak tepat pukul 17.00 wib.
Ketinggian banjir rob jalur Pantura hingga 10 centimeter. Dan mengakibatkan puluhan sepeda kendaraan roda dua mogok di tengah jalan.
Menurut salah satu pengguna jalan yang mengalami mogok, Indra Siamo (45) warga Genuk Semarang.
Ia mengaku sudah terkena macet sejak berada di depan pabrik glori. Yang berada di desa Dukun Karang tengah Demak. Selepas jembatan tol Demak, tiba-tiba mesin motor berhenti karena terendam rob.
“Macet cukup parah mungkin ada 7 Km, motor saya mogok di depan pasar Sayung. Soalnya mesin sudah kasukan air rob,” terang Indra.
Hal serupa dialami Jamirin (38) seorang pengemudi truk asal Tasikmalaya yang hendak menuju ke kota Kediri Jawa Timur.
Dirinya mengaku sudah terjebak macet sejak dari jalan Tol Kaligawe.
” Saya keluar Tol Kaligawe jam 16.00 dan sudah macet. Ini baru sampai depan Polsek Sayung pukul 17.15 wib. Macetnya parah,” terangnya.
Menurutnya, seharusnya perjalanan dari Tegal menuju Kediri. Bisa ia tempuh dengan perjalanan normal sekitar 10 jam. Akibat kejadian air pasang di Pantura Demak perjalannya bisa molor hingga 13 jam lebih.
Banjir Rob Jalur Pantura Sebabkan Ketersendatan Lalin
“Saya rugi waktu dan BBM ini akibat macet akibat rob dipantura Demak,” tegas Jamirin.
Sopir truk pengangkut barang pecah belah ini berharap agar pemerintah segera melakukan tindakan. Agar jalur Pantura yang merupakan urat nadi ekonomi tidak tergenang banjir rob. Mengingat rob yang menggenangi jalur Pantura kerap terjadi.
” Sebenarnya saya bosan lewat Pantura karena sering macet. Kalau tidak perbaikan jalan ya banjir rob. Mau gimana lagi ya terpaksa lewat sini karena lebih dekat,” pungkasnya.
Hingga pukul 20.00 wib. Ketersendatan arus lalu lintas di jalan Pantura Semarang Demak dan sebaliknya masih terjadi.





