SRAGEN, beritajateng.tv – Menyambut Hari Perumahan Nasional (Hapernas) tahun 2023, Bank Jateng Cabang Sragen turut membantu pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sragen.
Kali ini, Bank Jateng Cabang Sragen menyalurkan Rp 1,5 miliar dana corporate social responsibility (CSR) untuk bantuan penanganan rumah tak layak huni (RTLH) daerah tersebut.
Penyerahan bantuan CSR untuk warga miskin tersebut dilakukan oleh Pemimpin Bank Jateng Cabang Sragen, Sutanti, di Gedung Sasana Budaya Sukowati Sragen (SBSS), belum lama ini.
BACA JUGA: Bank Jateng Syariah Surakarta Resmi Tempati Kantor Baru
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, usai penyerahan bantuan dari Bank Jateng Cabang Sragen mengatakan penanganan masalah RTLH di Sragen membutuhkan dana hingga Rp 462 miliar.
Pasalnya, jumlah RTLH di Sragen saat ini mencapai 30.800 unit yang menyebar pada 20 kecamatan. Kebutuhan anggaran itu didasarkan pada nilai bantuan stimulan senilai Rp 15 juta per unit RTLH.
Mbak Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen mengaku tidak bisa memperkirakan kapan 30.800 RTLH di Sragen itu bisa tuntas semua lantaran keterbatasan anggaran.
Selama ini penanganan RTLH fokus pada warga yang masuk dalam data kemiskinan ekstrem atau data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE) yang jumlahnya mencapai 1.500 unit RTLH.
“Kami berharap semua pihak ikut membantu penanganan RTLH, kalangan perbankan serta swasta. Seperti Bank Jateng yang terus berkomitmen membantu warga Sragen,” katanya.
Bank Jateng Cabang Sragen sebelumnya serahkan CSR Rp 1 miliar
Yuni menyebut CSR Bank Jateng menjadi salah satu upaya untuk mengentaskan puluhan ribu RTLH di Sragen. Yuni juga menyadari bantuan stimulan Rp 15 juta per unit rumah tidak cukup untuk merehab RTLH menjadi layak huni. Karena itu butuh gotong-royong warga yang bersangkutan dan pemerintah desa.
BACA JUGA: Bank Jateng Serahkan Bantuan Mobil Operasional ke RSUD Sukoharjo
Sedangkan Sutanti mengatakan, pihaknya akan terus berkomitmen mendukung visi, misi, dan kebijakan Bupati Sragen. Dana CSR sebesar Rp 1,5 miliar untuk 100 RTLH itu sebenarnya surveinya pada tahun 2021. Namun baru bisa terealisasi tahun 2023 karena pandemi Covid-19.
“Untuk tahun 2024 mendatang, kami belum tahu apakah programnya berlanjut atau tidak karena keputusan pada Bank Jateng pusat,” jelasnya.
Selain RTLH, lanjut Sutanti, tahun 2022 Bank Jateng juga telah menyalurkan CSR untuk pengentasan kemiskinan senilai Rp 1 miliar.
Penggunaan dana tersebut sepenuhnya pada kebijakan Bupati dalam berbagai program pengentasan kemiskinan. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





