Bantah Klaim Luhut Soal Penundaan Pemilu, Puan: Partai Politik Juga Punya Big Data

Ketua DPR RI Puan Maharani. (ricky fitriyanto/beritajateng.tv)

JAKARTA, (15/3) (beritajateng.tv) – Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi klaim big data yang diungkapkan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang mendasari wacana penundaan pemilu 2024. Luhut mengklaim 110 juta pengguna media sosial menginginkan Pemilu 2024 ditunda.

Puan mengaku punya data lain yang sama sekali berbeda dengan klaim Luhut. Menurutnya, PDI Perjuangan juga memiliki big data.

“Kalau di PDI Perjuangan, kami punya data sendiri dan tidak termaksud dengan data yang disampaikan (oleh Luhut Binsar Pandjaitan). Itu saja. Dan data kami partai politik, big data juga,” ujar Puan usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2021–2022 di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Ketua DPP PDI Perjuangan itu memastikan wacana penundaan pemilu tidak bakal bersambut dan Pemilu 2024 berjalan sesuai jadwal.

“Pimpinan DPR sesuai dengan mekanismenya DPR dan pemerintah sudah menyepakati bahwa pemilu itu akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 jadi mekanisme yang sudah berjalan yah kita sepakati dahulu untuk kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Sebelumnya Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut sebagian besar dari 110 juta warga memiliki aspirasi agar Pemilu 2024 ditunda. Hal tersebut disampaikan Luhut dalam akun YouTube Deddy Corbuzier, Jumat (11/3/2022).

“Kalau suara rakyat itu besar, DPR dan parpol pasti mendengar suara konstituen nya. Karena begini, kita kan punya big data, saya ingin lihat, kita punya big data, dari big data itu, kira-kira meng-grab 110 juta. Iya, 110 juta, macam-macam, Facebook, segala macam, karena orang-orang main Twitter, kira-kira 10 jutalah,” kata dia.

“Kalau menengah bawah itu pokoknya mau tenang. Pengennya ekonomi (lebih baik). Tidak mau lagi seperti kemarin. Kita sakit gigi kan dengar cebong, kampret, kadrun. Itu kan menimbulkan tidak bagus,” katanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.