SEMARANG, beritajateng.tv – Partai Demokrat merespons DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang menyatakan Jawa Tengah masih tetap kandang banteng.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, mengatakan Jawa Tengah masih menjadi provinsi dengan basis pemilih bagi partainya alias kandang banteng karena berkaca dari hasil Pilkada 2024.
Kepala Badan Komunikasi Strategis dan Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra angkat bicara.
Herzaky tak setuju jika Jawa Tengah berstatus sebagai kandang banteng, berkaca dari Pilkada 2024. Hal itu Herzaky sampaikan saat beritajateng.tv jumpai di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis 5 Desember 2024.
“Kita gak bilang dulu ini kandang siapa atau apa. Kandang Demokrat juga dulu pernah menang di sini, Pak SBY juga dulu pernah menang di sini,” ujar dia.
BACA JUGA: Jagoan PDIP Menang di 19 Daerah, Jawa Tengah Masih jadi Kandang Banteng?
Kendati PDIP menang di 19 dari 35 kabupaten/kota, kata Herzaky, beberapa partai politik juga memimpin di daerah Jawa Tengah.
“Bukan kandang banteng, hari ini jelas ya kita di Pilkada bukan cuma Pak Ahmad Luthfi, tapi kita jumlah kemenangan kepala daerah. Kader partai mana gak ada yang dominan,” jelas dia.
Sehingga, Herzaky menegaskan kemenangan PDIP di 19 daerah itu bukan hal yang mendominasi.
“Hari ini kita lihat ada beberapa temen-temen banteng masih menang, tapi kan kami juga ada temen-temen Golkar, PKB, Gerindra, itu banyak,” sambung dia.
Jikalau, tutur dia, ada pihak yang menganggap kandang banteng sudah tumbang di Jawa Tengah, Herzaky menganggap itu bukan perkara tumbang atau tidak.
“Bagi kami bukan siapa yang tumbang dan tidak tumbang, tapi kemenangan untuk Jateng, rakyat Jateng, pembangunan bisa merata, tingkat kemiskinan bisa lebih rendah,” jelas dia.
Lebih lanjut, Demokrat yang mendukung Luthfi-Yasin pada Pilgub 2024 pun menilai hal itu merupakan pilihan terbaik bagi warga Jawa Tengah.
“Kesuksesaan ini adalah kebersamaan, bagaimana beliau punya relawan yang luar biasa banyak ya kita lihat. Tapi, mengikut sertakan partai pendukungnya dalam semua gerakannya, ini menjadi penting,” tutur Herzaky.
BACA JUGA: Bantah Soal Perang Bintang, Ahmad Luthfi: Apa itu Kandang Banteng? Gak Ada, yang Bilang Siapa?
Ia melihat, Jawa Tengah akan memiliki masa depan yang baru
“Hari ini kita bisa membuktikan walau bagaimanapun kita punya masa depan yang lebih baik lah. Ada harapan baru, ada perubahan baru untuk di Jateng. Kekuatan hari ini di Jateng jauh lebih merata dan lebih menarik nantinya,” ucap dia.
Terlebih, Herzaky ingin ke depan politik uang bisa berkurang pada perhelatan Pilkada 2029 dengan kemenangan Luthfi-Yasin.
“Tentu kita bisa melihat 2029 apakah pilihan hari ini mana yang lebih tepat. Kita ingin politik uang bisa dikurangi, gak ada lagi mobilisasi a mobilisasi b. Kita coba lakukan dan laksanakan ke depannya,” pungkas dia.
Klaim Jateng sebagai kandang banteng
Sebelumnya diberitakan, Deddy mengklaim Jateng masih berstatus sebagai kandang banteng.
Pihaknya menyebutkan pasangan calon pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi atau Hendi, yang diusung PDIP berhasil mendulang suara sekitar 40 persen.
“Angka tersebut berkisar dua kali lipat dari total suara yang diperoleh yang diusung PDI Perjuangan pada Pemilihan Umum Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah 2024,” kata Deddy di Kantor DPP PDIP Jakarta, Ahad, 1 Desember 2024.
Perolehan suara PDIP pada Pemilu Anggota DPRD Provinsi Jateng 2024 berkisar pada angka 25,6 persen. Dengan demikian, kata dia, pemilih banteng masih tetap setia dengan PDIP karena angkanya hampir dua kali lipat pemilu anggota legislatif (pileg).
“Itu adalah bukti bahwa Jawa Tengah masih menjadi rumah bagi kaum Marhaen,” ujar Deddy, di Kantor DPP PDIP Jakarta, Ahad, 1 Desember 2024. (*)
Editor: Farah Nazila




