SEMARANG, beritajateng.tv – Bakal calon Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol Ahmad Luthfi membantah Provinsi Jawa Tengah sebagai kandang banteng.
Julukan kandang banteng ini masyhur tersemat pada Jawa Tengah lantaran PDI Perjuangan (PDIP) memenangkan Pemilu selama tiga periode berturut-turut di provinsi tersebut.
Kendati begitu, Ahmad Luthfi dengan percaya diri menjawab bahwa tak ada kandang banteng di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Sowan ke PKB Jateng, Ahmad Luthfi: Dukungan Besar SBY, Jokowi, dan Prabowo di Belakang Kita
“Apa itu [kandang banteng]? Gak ada, yang bilang siapa?” ujar Ahmad Luthfi saat dijumpai di Kantor DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jawa Tengah, Selasa, 3 September 2024 sore.
Menanggapi soal strateginya bertempur dengan PDIP, Luthfi pun mengaku tak memiliki strategi khusus.
“Gak ada [strategi]. Strategi saya kerja saja,” jawabnya ringkas.
Ahmad Luthfi-Gus Yasin kontra Andika Perkasa-Hendrar Prihadi di kandang banteng
Jika resmi ditetapkan sebagai pasangan calon (paslon) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah pada 22 September 2024 nanti, bakal paslon Ahmad Luthfi–Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) akan bertarung melawan Andika Perkasa–Hendrar Prihadi (Hendi).
Status Andika Perkasa sebagai purnawirawan Jenderal TNI itu publik gadang-gadang menciptakan perang bintang di Jawa Tengah.
Meski begitu, Ahmad Luthfi membantah adanya perang bintang yang akan berlangsung dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Jawa Tengah 2024.
BACA JUGA: Ahmad Luthfi soal Tes Kesehatan Pilgub Jateng 2024: Gak Ada Persiapan, Orang Kita Sehat Terus
Menurutnya, pertarungan antara polisi dan TNI itu akan membuat masyarakat lebih bijak dalam menyikapi perkembangan situasi.
“Gak ada perang bintang. Jadi justru masyarakat nanti akan lebih dewasa menyikapi perkembangan situasi. Artinya, bintang itu kan pangkat ya, kalau sudah kita mendaftar, gak ada bintang,” tegas Luthfi.
Kata Luthfi soal Andika Perkasa
Lebih lanjut, Ahmad Luthfi pun mengungkap sosok Andika Perkasa dalam kacamatanya. Ia tak ingin pertarungannya melawan Andika Perkasa nanti memecah belah masyarakat Jawa Tengah.





