Pendidikan

Banyak SD Negeri Semarang Kekurangan Murid, Disdik Perpanjangan SPMB Gelombang Lanjutan

×

Banyak SD Negeri Semarang Kekurangan Murid, Disdik Perpanjangan SPMB Gelombang Lanjutan

Sebarkan artikel ini
Banyak SD Negeri Semarang Kekurangan Murid, Disdik Perpanjangan SPMB Gelombang Lanjutan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan saat diwawancarai awak media di Kantor Disdik Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Pendidikan Kota Semarang membuka pendaftaran gelombang lanjutan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang TK dan SD yang masih kekurangan murid.

Pendaftaran SPMB gelombang lanjutan tersebut berlangsung mulai 17 hingga 24 Juni 2026 bagi sekolah-sekolah yang kuotanya belum terpenuhi setelah proses seleksi reguler berakhir.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan kebijakan ini untuk mengoptimalkan daya tampung sekolah negeri yang masih memiliki kursi kosong.

“SPMB gelombang lanjutan sudah berjalan. Ini khusus bagi SD negeri yang kuotanya belum terpenuhi pada seleksi sebelumnya. Pendaftaran buka sampai 24 Juni 2026,” kata Ahsan.

Ia menjelaskan proses pendaftaran tetap berjalan secara daring, namun calon peserta didik dan orang tua harus datang langsung ke sekolah tujuan yang masih memiliki kuota tersedia.

“Orang tua datang ke sekolah yang ia tuju. Kemudian proses pendaftarannya akan panitia bantu dan input secara online oleh pihak sekolah,” ujarnya.

Menurut Ahsan, kesempatan tersebut juga terbuka bagi warga pendatang yang telah berdomisili di Kota Semarang. Serta memiliki dokumen pendukung sesuai ketentuan yang berlaku.

“Warga yang berdomisili di Kota Semarang bisa mendaftar melalui jalur domisili. Dengan melampirkan surat keterangan domisili dari RT, RW, dan lurah setempat,” jelasnya.

BACA JUGA: Posko SPMB SMP Semarang Diserbu di Hari Pertama, Mayoritas Terkendala Data Nominasi 

Ia menambahkan, pada tahap lanjutan ini pendaftaran lebih banyak mengandalkan jalur domisili. Sementara jalur afirmasi dan mutasi sebagian besar telah selesai pada proses seleksi sebelumnya.

“Untuk jenjang SD, jalurnya domisili, afirmasi, dan mutasi. Saat ini yang masih memungkinkan di isi adalah jalur domisili karena afirmasi sudah selesai dan peserta dari keluarga kurang mampu telah tersalurkan ke sekolah negeri maupun sekolah swasta gratis,” katanya.

Data hasil seleksi SPMB yang diumumkan pada 17 Juni 2026 menunjukkan masih terdapat sejumlah sekolah negeri dengan jumlah pendaftar sangat minim.

SDN Wonodri dan SDN Purwoyoso 01 tercatat menjadi sekolah dengan peserta didik baru paling sedikit, masing-masing hanya menerima lima siswa.

Selain itu, beberapa sekolah lain juga belum memenuhi kuota, di antaranya SDN Karangidul, SDN Petompon 03. SDN Karangrejo 02, dan SDN Jatirejo yang masih kekurangan sekitar 10 siswa.

Dinas Pendidikan berharap pendaftaran tahap lanjutan dapat membantu memenuhi kekurangan kuota di sejumlah sekolah tersebut. Sekaligus memastikan seluruh anak usia sekolah di Kota Semarang memperoleh akses pendidikan dasar yang layak.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini. Terutama bagi yang belum mendapatkan sekolah atau masih mencari sekolah yang sesuai dengan domisili mereka,” pungkas Ahsan. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp