SEMARANG, beritajateng.tv – Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi salah satu faktor yang paling menentukan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Jawa Tengah tahun ajaran 2026/2027.
SMAN 1 Semarang bahkan mencatat nilai TKA tertinggi calon murid mencapai angka 93. Angka tersebut menunjukkan besarnya pengaruh TKA dalam persaingan jalur prestasi tahun ini.
Ketua SPMB SMAN 1 Semarang Budi Handoyo menyebut TKA memiliki bobot 50 persen dalam perhitungan nilai jalur prestasi. Sementara 50 persen lainnya berasal dari rata-rata nilai rapor semester satu hingga semester lima. Hal itu Budi ungkap saat beritajateng.tv jumpai di kompleks SMAN 1 Semarang, Senin, 22 Juni 2026.
“Jadi memang itu [TKA] menjadi penting, karena memang TKA bobotnya 50 persen. Sehingga rapornya semester 1 sampai semester 5 itu hanya 50 persen ditambah 50 persen dari TKA yang hanya dua mapel, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika,” ujar Budi.
BACA JUGA: Cara Unik SMAN 1 Semarang Rayakan Hari Kartini: Siswi Kuasai Karawitan, Patahkan Stereotip
Menurut Budi, persaingan jalur prestasi di SMAN 1 Semarang berlangsung sangat ketat lantaran hampir seluruh peserta memiliki rekam jejak prestasi yang baik.
“Hampir semua prestasi sih banyak ya. Dari tahun ke tahun SMANSA selalu banyak prestasinya sehingga memang bersaing. TKA menjadi salah satu penentu yang cukup dominan sekarang,” imbuh Budi.
Piagam Juara Tak Lagi jadi Penentu Utama
Budi mengakui banyak orang tua maupun calon murid mempertanyakan hasil seleksi jalur prestasi tahun ini. Sebagian peserta memiliki piagam kejuaraan tingkat kabupaten hingga provinsi, namun tetap gagal menembus sekolah tujuan.
Menurutnya, kondisi tersebut muncul karena sistem memberikan porsi yang sangat besar terhadap nilai TKA. Akibatnya, kata Budi, piagam kejuaraan tidak lagi mampu menjadi faktor utama penentu kelulusan seperti tahun-tahun sebelumnya.





