Politik

Bawaslu Datangi Pertemuan Kades Se-Kabupaten Kendal di Semarang, Dugaan Mobilisasi Dukungan Paslon

×

Bawaslu Datangi Pertemuan Kades Se-Kabupaten Kendal di Semarang, Dugaan Mobilisasi Dukungan Paslon

Sebarkan artikel ini
Bawaslu Pelanggaran | Kades Tak Netral | Bawaslu Datangi Pertemuan Kades Se-Kabupaten Kendal di Semarang, Dugaan Mobilisasi Dukungan Paslon
Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rachman, meminta keterangan pada Koordinator Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Kendal di Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang mendatangi pertemuan paguyuban Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Kendal yang berlangsung di Graha Padma Sport Center Semarang, Jumat 18 Oktober 2024.

Kedatangan Bawaslu ini setelah mendapatkan infomasi adanya dugaan memobilisasi para kepala desa di kabupaten Kendal untuk mendukung salah satu paslon kepala daerah di Jawa Tengah.

BACA JUGA: Bawaslu Tangani 4 Dugaan Pelanggaran Pemilu Pilwalkot Semarang, Salah Satunya di Tempat Pendidikan

Pada acara pertemuan para kepala desa se-kabupaten Kendal di kota Semarang itu berlangsung secara tertutup. Tim Bawaslu Kota Semarang yang tiba di lokasi tidak mereka perbolehkan masuk.

Bawaslu kemudian melakukan pendataan awal dan melakukan dokumentasi kegiatan dari luar ruangan aktivitas Kades Kendal itu.

Padatkan Kegiatan Karena Kehadiran Bawaslu

Tak hanya itu, Bawaslu juga mencoba mencari informasi terkait pertemuan tersebut. Mereka mendapatkan jawaban dari salah satu peserta, bahwa hanya sebatas silahturahmi dan konsolidasi kepala desa se-Kabupaten Kendal.

Menurut Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, acara tersebut juga di padatkan waktunya oleh penyelenggara karena kedatangan Tim Bawaslu Kota Semarang.

“Berawal dari mendapatkan informasi dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, bahwa ada kegiatan paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Kendal yang lokasinya di Kota Semarang,” ujar Arief.

Kemudian, Bawaslu Kota Semarang melakukan penelusuran, dan mendapati informasi jika lokasi berada di Semarang Barat, tepatnya di Graha Padma Sport Center Semarang.

“Atas hal tersebut, kami kemudian mengirimkan personel untuk melakukan cek lokasi dan ternyata betul ada kegiatan tersebut. Tim kami yang pertama itu tidak di perbolehkan masuk. Jadi akses ditutup dan tidak diperbolehkan masuk,” terangnya.

Tak lama kemudian, Arief hadir di lokasi tersebut. Setelah negosiasi, rupanya dia juga tetap tidak di perbolehkan masuk ke lokasi acara.

“Akhirnya kami melakukan pencatatan dan pendokumentasian. Kegiatannya kemungkinan tidak berlangsung seperti tujuan semua kegiatan sebenarnya. Karena kehadiran kami di lokasi dan berdampak pada pemadatan kegiatan. Hanya setengah jam,” terangnya.

“Tadi hnya dua kali sambutan, kalau tidak salah koordinator Paguyuban Kepala desa se-Kabupaten Kendal. Beliau hanya memberikan sambutan yang sifatnya adalah solidaritas, membangun silaturahmi. Artinya tidak mengarah pada keperluan paslon tertentu yang mengarah ke pemilihan Gubernur maupun pemilihan Bupati dan Walikota,” imbuh dia.

Meski tidak ditemukan APK dan indikasi agenda dukungan dari Paslon tertentu, Bawaslu Kota Semarang akan berkoordinasi dengan Bawaslu Jawa Tengah. “Kehadiran kami sudah cukup untuk memberikan efek pencegahan, sehingga mereka sendiri tidak melakukan hal-hal yang mengarah pada dukungan paslon tertentu,” tuturnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp