SEMARANG, beritajateng.tv – Proses kegiatan belajar mengajar kini semakin mudah dengan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP). Para pengajar di SDN Tuntang 04 menyebut siswa menjadi lebih antusias saat mengikuti pembelajaran di kelas.
Keberadaan layar sentuh interaktif all-in-one yang menggabungkan fungsi komputer ini terbukti membantu baik guru maupun siswa dalam proses belajar mengajar.
Kepala SDN Tuntang 04, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Winarti mengatakan perangkat ini mempermudah penerapan pembelajaran interaktif di kelas. Selain itu, bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) ini juga mendorong percepatan digitalisasi pendidikan.
“Karena IFP ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan pembelajaran,” jelasnya di Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu 4 Mei 2026.
BACA JUGA: Mahasiswi Meksiko Ikuti Program Human Origins Heritage UKSW, Belajar Langsung di Situs Prasejarah
Winarti menambahkan, penggunaan IFP mampu memperluas akses literasi sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan sumber belajar. Guru dan siswa dapat mencari berbagai materi yang tidak tersedia di buku paket melalui perangkat tersebut.
Ia menilai kehadiran IFP membuat siswa lebih aktif dalam belajar. Mereka dapat langsung mengakses materi yang ingin dipahami selama proses pembelajaran berlangsung.
“Siswa jadi lebih mudah memahami materi yang guru sampaikan,” tegasnya.
Namun, karena jumlah unit IFP masih terbatas, pihak sekolah memprioritaskan penggunaannya untuk kelas III hingga kelas VI. Sekolah juga menerapkan sistem penjadwalan agar seluruh siswa dapat merasakan manfaat perangkat tersebut secara merata.
BACA JUGA: Oke Banget buat Rekreasi! Ini 5 Rekomendasi Museum di Kota Solo
Sementara itu, Wali Kelas VI SDN Tuntang 04, Indah Sekarningrum mengaku sangat terbantu dengan adanya IFP. Menurutnya, proses belajar mengajar kini tidak lagi bergantung pada proyektor karena IFP sudah mendukung berbagai kebutuhan multimedia.
Ia mencontohkan, guru dapat menjelaskan materi seperti tata surya, organ tubuh manusia, hingga peta negara di berbagai benua dengan lebih jelas dan menarik.
“Penggunaan IFP membuat proses mengajar jadi lebih praktis dan efisien, baik dari sisi teknis maupun penyampaian materi,” ujarnya. (*)





