Kuliner

Berawal Hobi Makan Cokelat Mancanegara, Begini Sepak Terjang Bisnis Roemah Coklat Sejak 2004

×

Berawal Hobi Makan Cokelat Mancanegara, Begini Sepak Terjang Bisnis Roemah Coklat Sejak 2004

Sebarkan artikel ini
Roemah Coklat
Produsen cokelat Roemah Coklat di Jalan Kertanegara V Nomor 6, Pleburan, Kec. Semarang Selatan, Kota Semarang. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Siapa yang tak suka kudapan pencuci mulut bernama cokelat. Cita rasanya yang manis membuat mood terjaga. Begitu juga bagi Carolina Bramiant, seorang wanita asal Kota Semarang.

Selama puluhan tahun terakhir, ia telah melanglang buana ke berbagai negara untuk mencicipi berbagai macam jenis cokelat. Namun, cokelat asli Indonesialah yang menjadi kesukaannya.

“Paling suka cokelat dari Indonesia. Kalau biasa makan cokelat udah banding-bandingin cokelat dari banyak negara, cokelat kita ada taste sendiri yang membedakan,” katanya kepada beritajateng.tv, Selasa, 12 Maret 2024.

Hingga akhirnya, Olin, sapaan akrabnya, mencoba mengambil peruntungan di dunia kuliner. Ia memutuskan merintis produsen cokelat bernama Roemah Coklat sejak 2004 silam.

Saat itu, ia tak menduga hobinya pada cokelat bisa mendapat respons positif dari pembeli.

BACA JUGA: Semarak Hari Valentine, Penjualan Cokelat Melonjak Hingga 5 Kali Lipat, Custom Huruf Jadi Favorit

“Memang awalnya suka makan cokelat dan hobi bikin cokelat sendiri. Awal buka enggak nyangka ternyata pas valentine itu banyak sekali permintaannya, jadi berlanjut dari tahun ke tahun selalu mempersiapkan untuk valentine,” jelasnya.

Awalnya, Olin mencoba mencari pembeda dari cokelat produksinya dengan toko yang lain. Ia yang kebetulan punya cetakan spesial, akhirnya menemukan ide cemerlang, yakni, cokelat custom.

Menurutnya, cokelat dengan bentuk unik adalah hal baru saat itu. Sehingga, cokelat custom berhasil menjadi ciri khas dari Roemah Coklat.

“Kalau sekarang mungkin udah banyak, cari cetakan gampang nggak sesulit 20 tahun yang lalu, tapi tetap kita pertahankan jadi ciri khas,” imbuhnya.

Meski terimbas Covid-19, Roemah Coklat mampu bangkit karena pelanggan setia

Seiring berjalannya waktu, usaha Olin semakin berkembang. Ia bahkan sempat membuka satu cabang yang sekaligus kafe pada tahun 2006. Lokasinya sebenarnya tak begitu jauh dari tempat produksi, yaitu di Pleburan Barat.

Di kafe yang bernama Roemah Coklat n Cafe itu, Olin menawarkan berbagai menu olahan cokelat kekinian. Misalnya seperti crazy milkshake, original dark chocolate, chocolate fondue, dark chocolate with oath cookies, dan masih banyak lagi.

Sayangnya, kafe itu terimbas Pandemi Covid-19 beberapa tahun yang lalu dan terpaksa tutup. Roemah Coklat pun kini kembali ke rumah produksinya di Jalan Kertanegara V Nomor 6, Pleburan, Kec. Semarang Selatan, Kota Semarang.

BACA JUGA: Sinopsis Wonka, Film Tentang Perjalanan Bisnis Bangun Pabrik Cokelat yang Tayang di Bioskop

“Syukurlah konsumen lama, pelanggan-pelanggan tetap mencari kita ke sini,” tuturnya.

Kini, Roemah Coklat juga melayani pembelian melalui marketplace. Dalam sehari, mereka bisa menerima lebih dari 50 pesanan.

Memasuki bulan Ramadan seperti ini, Olin mengungkapkan jika pesanan cokelat juga mengalami kenaikan. Terlebih, pada 10 hari jelang lebaran nantinya.

“Usaha cokelat karena mungkin dari hobi juga jadi menjalaninya senang, dukanya nggak dipikirin,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp