Kini, tradisi Syawalan Kupat Jembut tak hanya berlangsung di Jaten Cilik. Beberapa kampung lain di wilayah Kelurahan Pedurungan turut melestarikannya. Warga menyambut tradisi ini dengan tertib, sambil terus menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan makna spiritual yang mendalam.
Dengan semangat kebersamaan dan nuansa kekeluargaan, tradisi ini menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal masih hidup dan mengakar kuat di tengah masyarakat Semarang. (*)
Editor: Farah Nazila





