SEMARANG, beritajateng.tv – Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momentum yang cukup istimewa bagi seluruh umat Islam.
Tak heran jika kita akan menemukan berbagai perayaan di malam tersebut dalam rangka meramaikannya.
Berikut ini beberapa kumpulan tradisi malam nisfu Syaban yang ada di Indonesia. Baca sampai selesai supaya kita bisa mengetahui keunikannya.
BACA JUGA: Berikut 5 Amalan Sunnah di Malam Nisfu Syaban, Lengkap dengan Jadwalnya
Tradisi Malam Nisfu Syaban
Baratan
Di Jepara, Jawa Tengah, masyarakat masih melestarikan tradisi Nisfu Syaban yang berlangsung secara turun-temurun.
Tradisi ini terkenal dengan sebutan Baratan, yang berasal dari kata baraah dalam bahasa Arab, bermakna berkah atau keselamatan.
Melalui pelaksanaan Baratan, warga Jepara berharap memperoleh limpahan berkah di bulan Syaban agar mendapatkan kemudahan dan kenikmatan dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan.
Punggahan
Punggahan merupakan tradisi yang berlangsung di masyarakat Salatiga dan wilayah sekitarnya sebagai bentuk penyambutan malam Nisfu Syaban.
Sejak sore hari, warga mulai berkumpul di masjid maupun lapangan untuk menggelar doa bersama, memohon limpahan rahmat dari Allah SWT.
Doa-doa tersebut juga mereka panjatkan khusus bagi keluarga dan kerabat yang telah wafat.
Suasana tradisi ini semakin semarak karena berakhir dengan acara makan bersama.
Momen tersebut masyarakat manfaatkan untuk saling berbincang dan mempererat tali silaturahmi.
Kupatan
Masyarakat Wonogiri, Jawa Tengah, memiliki tradisi kupatan sebagai bagian dari penyambutan malam Nisfu Syaban.
Tradisi ini telah berlangsung dari generasi ke generasi dan tetap terjaga hingga kini.
Kupatan bermakna sebagai wujud pengakuan kepada Allah SWT atas kesalahan yang pernah mereka perbuat.
Tradisi ini terisi dengan doa-doa permohonan ampun sekaligus menjadi sarana mempersiapkan hati menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Rangkaian kegiatan biasanya dimulai pada tanggal 15 Syaban dengan ditandai bunyi bedug dari masjid setempat.
Warga kemudian berkumpul sambil membawa hidangan berupa ketupat beserta lauk-pauknya. Acara dilanjutkan dengan doa bersama dan ditutup dengan makan bersama.





