SEMARANG, beritajateng.tv – Kontingen Provinsi Jawa Tengah membidik posisi 4 besar dengan meraih 50 medali emas saat Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh dan Sumatera Utara 2024 mendatang.
Target 50 medali emas itu jauh lebih tinggi berbanding raihan pada PON Papua 2021 lalu. Saat itu, Kontingen Jawa Tengah hanya mampu meraih 27 medali emas. Artinya, target medali emas kali ini hampir dua kali lipat lebih besar daripada PON terakhir.
“Target Jawa Tengah optimis 50 medali emas, tapi saya yakin bisa dapat lebih dari itu, meski di Papua hanya 27, sekarang kita berani target 50 emas,” kata Wakil Ketua Umum II KONI Jawa Tengah, Soedjatmiko, saat menjadi narasumber dialog Aspirasi Jawa Tengah di Studio TATV Solo, Selasa, 13 Agustus 2024 malam.
Keyakinan Soedjatmiko bukan tanpa alasan. Ia membeberkan, KONI Jawa Tengah telah memperhitungkan dan memetakan kekuatan kontingen Jawa Tengah.
Pemetaan itu berupa pembagian kelas-kelas cabor berdasarkan potensi dan peluang meraih medali. Yaitu, unggulan 1, unggulan 2, unggulan 3A, dan unggulan 3B.
BACA JUGA: Segrup dengan Tuan Rumah PON XXI 2024, Performa Tim Bakset Putri Jawa Tengah Dinilai Masih Labil
“Unggulan satu kita target minimal tiga medali emas. Unggulan dua kita target minimal dua emas. Dan unggulan tiga dengan target satu emas,” tuturnya.
Ia merincikan, terdapat 7 cabor yang berada di kelas unggulan satu. Antara lain taekwondo, panjat tebing, wushu, menembak, panahan, pencak silat, dan atletik. Lalu, ada 8 cabor yang berada di kelas unggulan 2. Dan 29 cabor di kelas unggulan 3.
Sehingga, berdasarkan pembagian kelas-kelas itu, Kontingen Jawa Tengah bahkan berpotensi meraih lebih dari 50 emas.
“Jadi semua terukur, insyaallah kalau tidak ada halangan beberapa cabor ada yang lebih dari 3 medali emas,” sambung Soedjatmiko.
Usulkan penghargaan Rp250 juta untuk kontingen Jawa Tengah peraih medali emas
Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Bona Ventura, menambahkan, posisi akhir Jawa Tengah dalam PON 2021 memang di luar prediksi. Akan tetapi, peluang Jawa Tengah untuk kembali ke peringkat 4 cukup terbuka lebar. Pasalnya, sejumlah cabor andalan kembali dipertandingkan.
“Kemarin di Papua kita terpleset di peringkat 6 karena ada 10 cabor yang tidak dipertandingkan di Papua, dan itu sebagian besar andalan Jawa Tengah,” kata Bona.
Namun demikian, Bona menekankan bahwa optimisme meraih 4 besar bukan tanpa perhitungan. Pihaknya melihat pada Babak Kualifikasi PON 2024 kemarin Jawa Tengah berhasil merangsek ke posisi 4 besar.
Sehingga, ia berharap, 758 atlet dari 60 cabor yang akan berangkat ke Aceh-Sumut dapat meraih hasil maksimal.
BACA JUGA: Jelang PON XXI Aceh-Sumut, POSI Jateng Targetkan Cabor Selam Sabet Satu Emas, Perak, dan Perunggu
“Kita juga nantinya akan berikan reward untuk memotivasi atlet. Kita mengusulkan agar peraih medali emas Rp250 juta, perak Rp125 juta, dan perunggu Rp62 juta,” usul Bona.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid, juga menyampaikan rasa optimisnya. Ia yakin Kontingen Jawa Tengah mampu meraih posisi 4 besar pada PON 2024 nanti.
Menurutnya, dengan pembinaan yang serius, bukan tidak mungkin Jawa Tengah mampu mendobrak ke posisi 3 besar PON dalam beberapa tahun ke depan.
“Saya sih optimis di 4 besar. Untuk 3 besar bisa kalau konsistensi dalam pembinaan dan anggaran bisa tercapai. Rasional 3 besar di 8 tahun ke depan,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





