Nasional

Bikin Gempar Umat Islam di Indonesia, Berikut Ini Kontroversi Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al-Zaytun

×

Bikin Gempar Umat Islam di Indonesia, Berikut Ini Kontroversi Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al-Zaytun

Sebarkan artikel ini
kontroversi panji gumilang | Pondok Pesantren Al-Zaytun
Panji Gumilang, pendiri Ponpes Al-Zaytun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (Foto: @kepanitiaanalzaytun/Instagram)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ponpes Al-Zaytun Indramayu sedang ramai jadi perbincangan publik karena kontroversinya. Kontroversi Panji Gumilang sebagai pendiri Ponpes tersebut membuat orang bertanya-tanya.

Ada banyak hal yang tidak sesuai dengan syariat dalam keseharian Ponpes Al Zaytun Indramayu.

Berikut ini sejumlah kontroversi praktik tak wajar di Ponpes Al Zaytun Indramayu di bawah kepemimpinan Panji Gumilang.

Pertama, mereka menggabungkan shaf antara perempuan dan laki-laki saat salat Ied 2023.

Kedua, adzan salah satu santri Ponpes Al Zaytun Indramayu orang-orang anggap melanggar syariat karena menggunakan gerakan-gerakan.

Ketiga, pendiri Ponpes Al Zaytun Indramayu menyatakan akan mengizinkan santri putri menjadi khatib salat Jumat, bahkan menantang Departemen Agama. Hal ini ia sampaikan melalui saluran YouTube Ponpes Al Zaytun Indramayu.

Terakhir, Panji Gumilang selaku pendiri dan pimpinan Ponpes Al Zaytun Indramayu, mengaku mengikuti mazhab Soekarno. Akibatnya, profil Panji Gumilang, pendiri dan pimpinan Ponpes Al Zaytun Indramayu, menjadi perhatian publik.

BACA JUGA: Terapkan Terapi Psikoreligius, Satu-satunya Ponpes yang Menerima Santri Rehabilitasi

Kontroversi Panji Gumilang

Panji pernah terlibat dalam kasus pemalsuan dokumen Pondok Pesantren Al-Zaytun. Ia mendapat hukuman 10 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Indramayu pada tahun 2015.

Baru-baru ini, Ken Setiawan, pendiri Negara Islam Indonesia Crisis Center, mengungkapkan bahwa Panji selalu mengambil harta jemaahnya. Ken menyatakan bahwa Panji menggunakan ayat Al Quran sebagai dalil untuk tindakan tersebut, dengan merujuk pada Surat Al Tadabur (9:103).

Selain itu, Panji juga menyebut Al-Quran sebagai kata-kata dari Nabi Muhammad SAW, bukan dari Allah SWT. Alasannya adalah karena Nabi Muhammad SAW yang menerima wahyu.

“Bukan kalam Allah SWT, kalam Nabi Muhammad yang didapat daripada wahyu,” ujar Panji Gumilang terkutip dari video TikTok @herypatoeng, Rabu (14/6/2023).

Lebih lanjut, Panji juga menegaskan pernyataannya dengan mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAWlah yang menyatakannya.

“Nabi Muhammad sudah mendeklarasikan, ‘Dzalikal kitabu la’. Itu Nabi Muhammad yang mendeklarasikan itu, atas wahyu Ilahi,” imbuh Panji Gumilang.