Olahraga

Bina Atlet Usia Dini Butuh Dukungan Orang Tua, Begini Perjuangan Klub Sepatu Roda Wyvern Freestyle Latih Atlet Cilik

×

Bina Atlet Usia Dini Butuh Dukungan Orang Tua, Begini Perjuangan Klub Sepatu Roda Wyvern Freestyle Latih Atlet Cilik

Sebarkan artikel ini
Wyvern Freestyle
Ada tantangan tersendiri saat melatih atlet usia dini. Begini perjuangan klub sepatu roda Wyvern Freestyle Semarang melatih para atlet cilik. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dalam dunia olahraga, dukungan orang tua memiliki peran krusial dalam membantu atlet cilik meraih prestasi gemilang. Begitu pula dalam cabang olahraga sepatu roda, seperti misalnya pada klub Wyvern Freestyle Semarang ini.

“Dukungan orang tua itu faktor utama dalam kesuksesan atlet, terutama anak-anak,” ungkap Rubiatul Adawiah, Ketua Club Wyvern Freestyle, belum lama ini.

Rubi yang juga berperan sebagai pelatih ini menyebut, latihan sepatu roda umumnya terbatas hanya dua kali dalam satu minggu. Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri.

“Kita seminggu cuma dua kali pertemuan dengan durasi 90 menit, itu rasanya kurang cukup. Makanya kita minta bantuan orang tua, karena misal anak-anak hanya main sepatu roda saat pertemuan itu susah untuk ngejar,” lanjutnya.

Lebih lanjut, yang membuat atlet Kota Semarang belum begitu sering unjuk gigi di kancah nasional, menurut Rubi adalah kurangnya ketekunan dalam berlatih. Terlebih, iklim kompetitif atlet sepatu roda di kota besar lainnya lebih terjaga dibanding Semarang.

“Di Jogja dan Bandung misalnya, klub itu hanya formalitas untuk identitas saat lomba, selebihnya mereka latihan mandiri. Makanya kita beri pengertian kepada orangtua, kalau misal anaknya pengen cepet naik, coba di rumah latihan juga, jangan cuma mengandalkan latihan di klub,” ucap Rubi.

Bersyukur, Rubi menyebut sejauh ini para orang tua anak didik di Klub Wyvern Freestyle memberikan respon yang positif. Tak sedikit pula orang tua yang mengantar dan mendampingi selama proses latihan.

BACA JUGA: Bukan Sekedar Hobi, Klub Sepatu Roda Wyvern Freestyle Semarang Mampu Lahirkan Atlet Berprestasi, Ini Kisahnya!

Tantangan Klub Wyvern Freestyle Melatih Atlet Cilik

Klub Wyvern Freestyle memang berfokus pada pembinaan anak usia dini. Usia anak didiknya pun berkisar antara 5-14 tahun. Oleh karena itu, Rubi mengakui bahwa dalam menghadapi anak usia dini terdapat beberapa tantangan tersendiri.

“Kita itu punya target setiap latihan, tapi namanya anak-anak mungkin gampang capek dan bosen, itu tantangannya. Tak jarang tawar menawar sama anak-anak soal porsi latihan,” jelas Rubi sambil tersenyum kecil.

Meski bisa dibilang menerapkan latihan santai untuk anak-anak, terutama jika masih di kelas basic, namun Rubi bersama Wyvern terus berkomitmen untuk membentuk atlet-atlet sepatu roda yang berprestasi. Tak sedikit pula atletnya yang menorehkan prestasi, baik tingkat regional maupun nasional.

“Kalau cuma emang biar bisa lancar main sepatu roda, kita nggak targetin apa pun, tapi pasti kita arahkan untuk mencoba ikut lomba, selain itu kalau aku melihat potensi dari anak untuk bisa jadi atlet, aku konsultasi ke orangtuanya,” lanjutnya.

Salah dua atlet berprestasi Klub Wyvern Freestyle adalah Shemozza My Tristania dan Samantha Quinn yang berhasil meraih 2 emas dan 2 perunggu di kompetisi Jakarta Inline Freestyle Challenge (JIFC) 2023. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp