Felix pun menunjukkan data bagaimana potensi hoaks justru muncul dalam peristiwa tertentu.
“Angka hoaks meroket justru di tahun politik 2019, dan menjadi rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Sifat preventif yang dapat media hadirkan adalah penerapan sebelas indikator Trustworthy dalam alur kerja jurnalistik,” papar Felix.
Di penghujung diskusi, Andi Surayya mengingatkan bahwa setiap orang punya potensi untuk menjadi penyebar hoaks.
“Jadi menjadi penting mengenal cara atau ciri-ciri hoaks agar dapat kita hindari”, kata Andi.
Dalam konteks Pemilu, menurut Andi, kolaborasi para pihak, juga pelibatan Trustworthy, akan menjadi resep jitu penangkal hoaks.
“Setidaknya, kita akan punya model pendekatan yang lebih kontekstual,” ucapnya menutup diskusi. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




