SEMARANG, beritajateng.tv – Berita kematian tentu bukanlah berita yang ingin orang dengar. Tapi bagi sebagian orang, berita kematian nyatanya mampu mendatangkan peluang usaha. Salah satu bisnis yang hadir menyertai berita kematian adalah bisnis karangan bunga.
Meski menghadirkan keuntungan, Cucuk Benyamin, salah satu pengusaha toko bunga menganggap bisnis bunga karangan kematian bagai dua sisi mata uang.
“Sebetulnya saya pengennya itu ya dapat pesanan yang senang-senang, seperti ucapan happy wedding atau ucapan selamat dan sukses,” ujarnya saat ditemui di kios miliknya, Toko Bunga Surya Florist, Kamis (4/5/2023).
Dalam pengerjaan karangan bunga ucapan duka cita, Cucuk mengaku sering kali mengalami perang batin selama proses pengerjaan. Menurutnya, pesanan duka cita adalah pesanan yang tidak diharapkan.
Untuk mengerjakan satu karangan bunga ucapan duka cita, Cucuk memerlukan waktu selama satu jam. Waktu itu tergolong cepat karena Cucuk sudah memiliki mesin pencetak huruf.
“Pengerjaan terbilang cepat karena sudah ada stok huruf. Stok huruf ini pakai mesin jadi pembuatannya kaya printer langsung jadi,” ujar Cucuk.
BACA JUGA: Penjual Karangan Bunga Kebanjiran Order HUT Kota Semarang, Cucuk Lama jadi Langganan Kapolda Jateng
Hasil cetakan huruf dari mesin, menurut Cucuk, lebih bagus ketimbang pengerjaan manual. Apalagi waktu pembuatan pun relatif menjadi lebih efisien. Dalam sekali pengerjaan, mesin cetak ini mampu mencetak hingga sepuluh streofoam.
“Lebih bagus mesin, bisa pakai font yang berbeda-beda. Tapi memang harganya lumayan mahal, kisaran Rp 10 juta,” ujarnya.
Harga yang Cucuk tawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp400 ribu hingga Rp2 juta, tergantung dari ukuran tingkat kesulitan. Menurut Cucuk, harga karangan bunga duka cita banderolnya lebih rendah ketimbang harga ucapan lainnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





