SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan wilayah Kota Semarang dan sebagian besar Jawa Tengah masih berada dalam periode musim hujan sepanjang Februari 2026.
Prakirawan BMKG, Winda Ratri, menjelaskan Februari masih termasuk puncak musim hujan di sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang. Dalam sepekan ke depan, potensi hujan masih terus terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang, sementara hujan lebat berpeluang muncul di wilayah selatan Kota Semarang.
“Untuk bulan Februari ini masih termasuk musim hujan di Jawa Tengah. Prediksi tujuh hari ke depan masih ada potensi hujan, secara umum ringan sampai sedang. Potensi hujan lebatnya lebih ke wilayah selatan, seperti Kecamatan Mijen, Gunungpati, Banyumanik, dan sekitarnya,” ujar Winda saat beritajateng.tv jumpai di kantornya, belum lama ini.
Winda menjelaskan, hujan di Kota Semarang kerap terjadi pada sore hingga awal malam hari lantaran dipengaruhi dinamika atmosfer harian serta karakter geografis Semarang yang berada di wilayah pesisir.
BACA JUGA: Tanah Bergerak di Kampung Sekip Semarang, Rumah Warga Geser dan Roboh Usai Hujan Deras
“Wilayah Kota Semarang itu berada di pesisir laut. Massa udara dari laut terbawa angin laut pada siang hari, kemudian ketika mencapai wilayah Semarang dan bergerak ke perbukitan, massa udara tersebut terangkat oleh efek orografis,” jelasnya.
Efek orografis tersebut, kata Winda, menyebabkan awan hujan lebih dulu terbentuk di wilayah dataran tinggi atau perbukitan, sebelum akhirnya menyebar ke wilayah pesisir.
“Biasanya awan atau hujan terbentuk lebih dulu di wilayah perbukitan. Baru kemudian sore atau awal malam menyebar ke wilayah Pantura bagian utara,” tambahnya.
Namun demikian, pola tersebut tidak bersifat mutlak. Hujan pagi hari masih mungkin terjadi apabila awan hujan terbentuk secara masif sejak malam sebelumnya di wilayah Laut Jawa.





