Jateng

Tanah Bergerak di Kampung Sekip Semarang, Rumah Warga Geser dan Roboh Usai Hujan Deras

×

Tanah Bergerak di Kampung Sekip Semarang, Rumah Warga Geser dan Roboh Usai Hujan Deras

Sebarkan artikel ini
Tanah Bergerak
Kondisi jalan di Kampung Sekip Kelurahan Jangli Kecamatan Tembalang yang patah akibat pergeseran tanah, Jumat, 6 Februari 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Fenomena tanah bergerak kembali terjadi di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Pergerakan tanah yang dipicu curah hujan tinggi membuat satu rumah warga roboh dan bangunan lain bergeser hingga dua meter dari posisi semula.

Slamet Riyadi, warga setempat, mengatakan pergerakan tanah sebenarnya sudah dirasakan sejak sekitar satu bulan terakhir. Namun, kondisi terparah terjadi setelah hujan deras turun selama dua hari berturut-turut.

“Sudah hampir sebulan ada tanda-tandanya, tapi tidak separah ini. Setelah hujan dua hari itu, Rabu dan Kamis, langsung parah. Seketika dua rumah terdampak,” kata Slamet saat beritajateng.tv temui pada Jumat, 6 Februari 2026.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bukan longsor biasa, melainkan tanah yang bergerak perlahan namun masif. Salah satu rumah bahkan hampir “tenggelam” sebelum akhirnya roboh.

BACA JUGA: Minim Resapan Air, Tanah Longsor Terjadi 55 Kali di Semarang Sejak Januari 2026

“Bukan longsor, tapi seperti tanahnya bergerak. Rumah itu hampir masuk ke dalam tanah,” ujarnya.

Pantauan beritajateng.tv di lokasi, kontur tanah yang dipijak terasa bergoyang. Jalan kampung yang menanjak, membuat setiap pijakan harus hati-hari karena makin terasa berbahaya.

Slamet menyebut, kondisi tanah di Kampung Sekip memang dikenal labil sejak lama. Meski demikian, ia mengaku belum pernah melihat kejadian separah ini sepanjang tinggal di kawasan tersebut.

Akibat peristiwa itu, warga mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Selain bangunan rumah, kandang ternak milik warga juga ikut terdampak.

Ketua RT Sebut Bukan Tanah Longsor Tapi Tanah Bergerak

Sementara itu, Ketua RT 07 RW 01 Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Joko Sukaryono, menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan fenomena tanah bergerak, bukan tanah longsor.

“Ini tanah bergerak. Istilahnya tanah ‘mletek’. Ada rumah yang sudah bergeser sekitar dua meter dari posisi awalnya, tapi belum roboh karena struktur bangunannya masih kuat,” jelas Sukaryono.