Hukum & Kriminal

BNNP Jateng dan Satpol PP Sinergi Wujudkan Semarang Bersih Narkoba

×

BNNP Jateng dan Satpol PP Sinergi Wujudkan Semarang Bersih Narkoba

Sebarkan artikel ini
BNNP Jateng dan Satpol PP Semarang Bersih Narkoba
Audiensi Kepala Bagian Umum BNNP Jateng Teguh Budi Santoso dengan Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng dan Satpol PP bersinergi wujudkan Semarang Bersih dari Narkoba (Semarang Bersinar).

Kepala Bagian Umum BNNP Jateng Teguh Budi Santoso mengatakan tahun ini pihaknya ada program Semarang Bersih Narkoba (Semarang Bersinar). Program ini bisa terlaksana bila semua tempat terhindar dari pemyalahgunaan narkoba.

“Hal ini bisa terwujud bila instansi pemerintah maupun swasta terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” kata Teguh.

BACA JUGA: Video Satpol PP Semarang Razia Pengemis dan Gelandangan Jelang Tahun Baru

Menurutnya, program ini tergolong agak mudah penerapannya di instansi pemerintah dengan melibatkan pimpinan daerah dan para kepala dinas. Namun berbeda halnya dengan instansi swasta.

Di instansi swasta, ada tantangan tersendiri. Sebab, ada pikiran yang salah yakni ketika ada sosialisasi maupun tes urine, pihak pimpinan swasta seolah-olah merasa namanya rusak.

Meski begitu, pihaknya tetap berusaha melakukan pencegahan seperti sosialisasi menggunakan baliho maupu tes urine. Menurutnya, ini sebagai deteksi dini.

“Kita perlu deteksi dini. Karena narkoba ibarat populasi tersembunyi. Kita enggak tahu siapa yang menggunakan,” ujarnya.

Deteksi dini, kata dia, perlu guna menciptakan warga yang sehat dan produktif baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pekerjaan.

Dia mengingatkan anggota PNS maupun pekerja swasta tak perlu ragu tes urine. Pihaknya menegaskan, tes urine bukan untuk menjatuhkan nama instansi tertentu. Justru membentengi agar tak ada peredaran narkoba.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya BNNP Jateng mewujudkan Semarang Bersinar.

“Nanti kita ganteng Pagersemar, PHRI, Apindo, dan Pemkot untuk mencegah peredaran narkoba. Kita akan bersurat ke Walikota Semarang untuk tes urine sebagai deteksi dini,” kata Fajar.

Dia mengatakan selama ini Kota Semarang terkesan terbebas dari peredaran narkoba. Hal ini perlu pembuktian.

“Selama ini sepertinya adem ayem. Tapi belum tentu. Nanti kita adakan tes urine. Karena ini Instruksi Presiden,” tandasnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah