Ekbis

Buka 24 Jam dengan Omset Rp3 Juta Per Hari, Begini Geliat Warung Kelontong Madura di Semarang

×

Buka 24 Jam dengan Omset Rp3 Juta Per Hari, Begini Geliat Warung Kelontong Madura di Semarang

Sebarkan artikel ini
Warung Kelontong Madura
Salah satu warung kelontong Madura yang buka 24 jam di Kota Semarang. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Layaknya virus, eksistensi warung kelontong Madura menyebar dengan cepat di berbagai kota besar di Indonesia. Salah satunya di Kota Semarang.

Meski saat ini sedikit susah menemukan warung kelontong lantaran banyaknya minimarket yang merajai, namun keberadaan warung kelontong Madura di Semarang ternyata mulai menjamur.

Salah satunya di Jalan Tentara Pelajar nomor 70A, Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan, Jawa Tengah.

Warung yang bernama Toko Sembako Mulya Aji Jaya itu memang tidak menulis ‘warung Madura’ di papan namanya. Akan tetapi, secara sekilas warung tersebut dapat dengan mudah ditebak.

Penataan barang yang rapi, ‘pom bensin mini‘, galon air mineral, hingga banyaknya produk rokok di rak etalase menandakan bahwa toko sembako ini adalah salah satu warung kelontong Madura.

Ditambah, embel-embel ‘Buka 24 Jam‘ di spanduk nama semakin mempertegas bahwa warung ini adalah usaha kepunyaan orang Madura.

BACA JUGA: Mitra Tokopedia Apresiasi Pegiat Usaha Tradisional

“Yang bikin bertahan warung kelontong ini mungkin karena orang Madura rajin-rajin, kami buka 24 jam, toko lain mana ada yang buka 24 jam,” kata penjaga warung itu, Sahid, ketika beritajateng.tv temui, Kamis, 9 November 2023.

Sahid menambahkan, umumnya minimarket hanya buka hingga pukul 10 malam. Hal tersebutlah yang kemudian warung kelontong tersebut manfaatkan dalam merebut hati pembeli.

Saat tengah malam, misalnya, tak sedikit pembeli yang mampir ke warungnya. Mulai dari membeli rokok, bensin, hingga air mineral.

Serupa, Warung Sembako Madura Delifsta 3 juga melayani pembeli selama 24 jam penuh. Dewi, penjaga warung itu menjelaskan, meski buka seharian penuh, kebanyakan warung kelontong Madura hanya dijaga oleh dua orang.

“Iya buka 24 jam, penjaganya ada dua, gantian tapi enggak yang harus 12 jam, istirahat kalau pas ngantuk,” katanya.

BACA JUGA: Razia Minuman Beralkohol, Satpol PP Kota Semarang Sita 194 Botol Berbagai Jenis

Warung Kelontong Madura tawarkan harga yang lebih murah

Menurut Sahid, salah satu kelebihan warung kelontong adalah harga yang lebih bersaing. Dibanding minimarket lainnya, harga barang di warung kelontong Madura memang lebih murah beberapa ratus rupiah.

Meski begitu, Sahid menyebut bahwa selisih harga antara warungnya dan minimarket sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya saja, tak sedikit pembeli yang lantas memilih berbelanja di warung kelontong itu lantaran perbedaan harga itu.

“Bisa lebih murah sedikit karena ngambilnya langsung dari agen, jadi harganya nggak semahal minimarket,” imbuhnya.

BACA JUGA: Gondol Uang Rp 100 Juta, Pelaku Perampokan Bersenjata Api Tertangkap di 3 Tempat Berbeda

Dalam sehari, Sahid mengaku bisa meraup omset hingga Rp3 juta. Angka tersebut terbilang lebih sedikit daripada omset yang sebelumnya ia raih saat bekerja di Jakarta.

“Kalau Semarang belum seramai di Jakarta dulu, mungkin sehari Rp3 juta, jarang dapat lebih. Kadang bisa sampai Rp5 juta juga tapi beberapa kali aja. Kalau di Jakarta setiap harinya bisa dapat Rp5 juta sampai Rp6 juta,” katanya. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp