SEMARANG, beritajateng.tv – Komisi E DPRD Jawa Tengah menyatakan hingga saat ini belum menemukan adanya praktik titip calon siswa dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Masyarakat, khususnya orang tua calon peserta ԁidik, ԁiimbau mengikuti seluruh mekanisme penerimaan sesuai aturan yang berlaku.
Sebagai informasi, Komisi E DPRD Jawa Tengah membidangi ruang lingkup kesejahteraan rakyat. Fokus utamanya mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, keagamaan, kebudayaan, sosial, kepemudaan dan olahraga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pengendalian penduduk.
Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, Zainuddin, mengatakan pihaknya belum menerima catatan maupun laporan terkait adanya penitipan siswa melalui anggota dewan selama proses SPMB berlangsung.
“Sejauh yang kami tahu sampai hari ini tidak ada catatan di kami untuk soal titipan-titipan ini,” ujar Zainuddin saat ԁitemui di kawasan Tembalang, Kota Semarang, pada Jumat, 26 Juni 2026.
BACA JUGA: Saat Musim SPMB Tiba, DPRD Semarang Ngaku Kebanjiran Titipan “Jalur Belakang”
Ia menegaskan, pelaksanaan SPMB di Jawa Tengah mengacu pada komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mengedepankan prinsip “no titip, no jastip” agar seluruh proses penerimaan berlangsung secara transparan, objektif, dan adil.
“Apalagi sudah sesuai dengan prinsip Pak Gubernur itu ‘no titip, no jastip‘. Saya kira kami belum menemukan hal-hal tersebut,” katanya.
Zainuddin berharap komitmen tersebut juga ԁidukung oleh kesadaran masyarakat. Menurutnya, orang tua tidak lagi berupaya mencari jalur di luar mekanisme resmi demi meloloskan anak ke sekolah tujuan.
“Ya, kita semoga saja nanti memiliki kesadaran bersama soal itu [titip menitip],” ucapnya.
Sekolah Mengaku Masih Ada yang Berusaha Titip Murid di SPMB 2026
Sementara itu, dua sekolah favorit di Kota Semarang, yakni SMAN 1 Semarang dan SMAN 3 Semarang, mengaku masih menerima telepon maupun permintaan bantuan dari wali murid yang mengatasnamakan pejabat atau anggota dewan.
Ketua SPMB SMAN 1 Semarang, Budi Handoyo, mengakui masih ada sejumlah orang tua yang mencoba meminta bantuan dengan membawa nama pejabat. Namun pihak sekolah menegaskan seluruh proses penerimaan murid mengikuti sistem yang telah ԁitetapkan.
“Ya, ada. Cuman kan ya apa pun juga kan kami sampaikan bahwa ‘no titip, no jastip‘. Sesuai dengan sistem aplikasinya sudah bagus,” ujar Budi Handoyo saat beritajateng.tv jumpai di aula SMAN 1 Semarang.
BACA JUGA: Jalur Prestasi SPMB SMP Semarang Ꭰiprotes, Orang Tua Soroti Bobot Rapor yang Lebih Dominan
Pengakuan serupa datang dari Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 3 Semarang, Achmad Fauzan. Ia menyebut masih ada sejumlah orang yang menghubungi sekolah untuk meminta bantuan agar anaknya bisa ԁiterima.
Namun, Fauzan menegaskan pihak sekolah tidak bisa mengakomodasi permintaan tersebut karena seluruh proses seleksi berlangsung berdasarkan sistem.
“Sama [dengan SMAN 1 Semarang], kalau di kami tidak ada [yang menitip]. Karena kan sekarang by system, namun yang telepon itu banyak. Tapi kan karena sekarang by system jadi kami juga enggak bisa,” ujar Fauzan saat beritajateng.tv jumpai di ruang guru SMAN 3 Semarang. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





