Kuliner

Bukan Cuma Nasi, 5 “Super Karbo” Asli Indonesia Ini Lebih Sehat dan Tahan Krisis Iklim

×

Bukan Cuma Nasi, 5 “Super Karbo” Asli Indonesia Ini Lebih Sehat dan Tahan Krisis Iklim

Sebarkan artikel ini
Karbohidrat Lokal
Ilustrasi jagung, singkong, dan ubi rebus. (Foto: Tangkapan layar TikTok)

Dari sisi ketersediaan pangan, Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga memastikan stok pangan nasional berada dalam posisi kuat. “Produksi kita bagus. Stok kita juga kuat,” ujar Amran dalam keterangan resmi Badan Pangan Nasional pada Maret 2026.

Dengan stok yang kuat, agenda berikutnya adalah memperluas keberagaman konsumsi agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan pangan sehat dan lokal.

Lima Sumber Karbohidrat Lokal untuk Sumber Energi Harian

Berikut lima “super karbo” lokal Indonesia yang bisa menjadi pilihan sumber energi harian. Pesannya sederhana: kenyang tidak harus selalu berarti makan nasi putih.

1. Sagu: “Nasi” dari Timur Indonesia

Sagu telah lama menjadi pangan pokok masyarakat di wilayah timur Indonesia, terutama Papua, Maluku, dan sebagian wilayah kepulauan lainnya.

Bagi masyarakat setempat, sagu bukan hanya makanan, melainkan bagian dari identitas budaya dan pengetahuan lokal yang ԁiwariskan lintas generasi.

Keunggulan sagu terletak pada daya adaptasinya. Tanaman ini dapat tumbuh di lahan rawa dan wilayah basah tanpa memerlukan pola budidaya seperti sawah.

Dalam konteks perubahan iklim, sagu penting karena dapat memperkuat ketahanan pangan di daerah yang karakter lahannya berbeda dengan sentra produksi beras.

Selama ini sagu paling ԁikenal lewat papeda. Padahal, pemanfaatannya kini semakin luas, mulai dari mi sagu, tepung sagu, kue kering, hingga bahan campuran produk pangan modern.

Dengan inovasi pengolahan yang lebih menarik, sagu dapat menjadi pangan lokal yang makin dekat dengan generasi muda.

2. Singkong: Dari Makanan Desa Menjadi Pangan Modern

Singkong sering ԁianggap sebagai makanan sederhana atau pangan nostalgia pedesaan. Padahal, singkong merupakan salah satu sumber karbohidrat lokal yang paling fleksibel.

Komoditas ini dapat ԁiolah menjadi gaplek, tiwul, getuk, keripik, nasi singkong, hingga tepung mocaf atau modified cassava flour.

Mocaf menjadi contoh bagaimana singkong bisa naik kelas. Melalui proses pengolahan dan inovasi pangan, singkong dapat menjadi bahan baku roti, kue, mi, camilan, dan produk olahan modern lainnya.